Stunting di Supiori Tinggi, Gubernur Rumasukun Minta Peran Posyandu Ditingkatkan

SORINDEWERI | PAPUA TIMES- Angka Stunting di Kabupaten Supiori mencapai 40,2 persen atau tertinggi di Papua. Stunting atau gangguan pertumbuhan anak di Supiori tersebar di Distrik Supiori Utara sebesar 37.4 %. Sedangkan terendah di Distrik Supiori Barat sebesar 11 %.

Prevelensi tertinggi terdapat di Kampung Aruri sebesar 53,57 % dan terendah di Kampung Masyai sebesar 11 %. Sementara anak stunting tertinggi terdapat di Kampung Wongkei sebesar 30 % dan terendah di Kampung Insumbrei sebesar 7 %.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Menginteraksi kondisi tersebut, Penjabat Gubernur Papua, Dr. M Ridwan Rumasukun meminta Pemerintah Kabupaten Supiori meningkatkan peran Posyandu, untuk menekan angka Stunting di sana.
Melalui program-program pemberian gizi, penyuluhan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat yang merupakan bagian integral dari solusi untuk mengatasi masalah stunting.

“Kita telah melihat beberapa kemajuan yang cukup signifikan dalam upaya penurunan stunting di Supiori. Namun, perjalanan ini masih panjang dan perlu ada komitmen bersama dari semua pihak termasuk TP-PKK setempat,”ungkap Rumasukun dalam kunjungan kerjanya di Sorindeweri, Kabupaten Supiori, Rabu (4/10/2023).

Ridwan menambahkan bakal terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga-lembaga terkait, dan masyarakat setempat untuk memastikan program penanganan stunting berjalan maksimal.

“Karena itu, dalam kunjungan kerja ini kita akan melihat secara langsung implementasi program penurunan stunting yang telah dijalankan.”

“Kami akan mendengarkan pengalaman, tantangan, dan solusi yang telah ditemukan oleh para pemangku kepentingan di lapangan. Kami juga akan berbicara langsung dengan masyarakat setempat untuk memahami perspektif mereka,” ujar Ridwan.

Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Rumasukun dan jajaran menyerahkan paket bantuan penanganan stunting kepada Pemda setempat.

Antara lain, kelambu 7.300 pcs, obat cacing Albendazole 128.000 tablet dan pirantel pamoat 4.000 tablet. Kemudian obat tambah darah 818.000 tablet, vitamin A 13.350 tablet, obat malaria DHP 5.616 Buah dan RDT 7925 Buah serta mineral mix 160 buah dari Dinas Kesehatan Papua.

Bantuan beras 2650 kg dan pekerjaan bangunan pengolahan sagu 1 unit serta makanan olahan ikan untuk penanganan stunting dari Dinas Pertanian maupun Dinas Perikanan Papua.

Bibit tanaman produktif di Kampung Yan Doker dan Speedboat 1 unit untuk perlindungan Mangrove di Kampung Sowek dari Dinas Kehutanan Papua. 200 judul buku sebanyak 274 eksemplar dari Dinas Pendidikan Papua.

Sementara Bulog Papua memberikan bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 10 kg dengan Target 2.207 KPM serta bantuan paket pangan dengan target 100 orang.

Rumasukun juga mencanangkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Supiori, guna menjaga pasokan dan pengendalian Inflasi serta penanamam bibit pohon di Halaman Kantor Bupati Supiori.

Editor | TIM

Komentar