Nesco Wonda dan Sodikin Mendaftar ke Demokrat

JAYAPURA (PTIMES)- Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Keerom periode 2020-2024, Nesco Wonda dan Sodikin,Senin pagi (09/3/2020) mengambil formulir pendaftaran di Kantor Partai Demokrat Papua, Kotaraja, Jayapura, Papua.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Pasangan muda dengan spirit baru bagi Kabupaten Keerom optimis mendapat dukungan dari partai berlambang mercy, karena memiliki visi dan misi membawa perubahan bagi masyarakat dan kabupaten Keerom.

“Kami mengambil formulir di Partai Demokrat, Senin pagi. Sebagai kader Demokrat yang maju di Keerom, kita siap membawa perubahan bagi masyarakat dan kabupaten ini. Keerom butuh pemimpin baru dan saya bersama saudara Sodikin siap membangun rakyat disana,”ujar Nesco Wonda.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya mengatakan rivalitas politik monoton dari sekelumit tokoh yang mengklaim pemimpin di Keerom selama ini telah membawa kabupaten ini seperti terjebak dalam ruang sempit yang jalan ditempat. Banyak pembangunan infrastruktur terbengkalai dan rakyat masih belum beranjak banyak dari kesulitan hidupnya.

Skala prioritas kebutuhan masyarakat masih acak-acakan. Warga masih kesulitan mengakses air bersih. Keerom dengan topografi rawa yang rentan terhadap endemik malaria, tidak dianggap urgen sehingga kesehatan buruk dan pegawai tidak mau tinggal di ibukota Keeroom di Arso. “Makanya kondisi ini akan kami perbaiki,”tegas Nesco.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua resmi membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati di 11 kabupaten yang mengikuti pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.
Pendaftaran ini dilakukan selama sepekan yakni 9-14 Maret 2020 di Sekretariat DPD Demokrat Jalan Raya Abepura, Kotaraja, Jayapura untuk menerima berkas dari para bakal calon bupati dan wakil bupati Keerom, Memberamo Raya, Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukimo, Waropen, Supiori, Nabire, Asmat, Merauke dan Boven Digoel.

“Memang sebelumnya kami sudah sampaikan bahwa DPD Demokrat tidak buka pendafataran. Namun sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi—Red.) dan Juklak (Petunjuk Pelaksana—Red.) yang dikeluarkan oleh DPP Demokrat, kami diwajibkan harus membuka pendaftaran, sehingga dalam rapat kami sepakati buka secara resmi tanggal 9-14 Maret dari jam 9 pagi sampi jam 6 sore,” ujar Plh. Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si didampingi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Papua Jhon Richard Banua, SE.M.Si bersama tim penjaringan bacabup dan bacawabup saat menggelar jumpa pers di Sekretariat DPD Demokrat Papua, Minggu (08/03/2020).

Menurut Ricky, dengan dibukanya pendaftaran secara resmi ini, sejumlah calon yang sudah mendaftar di DPC Demokrat kabupaten, bahkan sudah melewati tahap pleno dan berkasnya sudah diserahkan kepada Bappilu DPD Demokrat Papua sekalipun, wajib hukumnya untuk melakukan pendaftaran ulang di Sekretariat DPD Demokrat Papua. Sebab ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU).

“Pendaftaran ini tidak diwakilkan. Harus bakal calon yang datang karena ini aturan. Kita tidak bisa terima tim sukses yang bawa datang berkas. Kemudian, Demokrat tidak kenal mahar, tapi akan ada biaya pendaftaran sebagaimana lazimnya di partai lain. Dan kami buka diri, siapa pun dan dari partai mana pun silahkan datang mendaftar,” tegas Ricky.

Sementara itu Ketua Bappilu Demokrat Papua, Jhon Richard Banua, SE.M.Si mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat dan membentuk tim kerja yang terbagi dalam empat wilayah adat.

“Tim ini selain akan bekerjasama dengan sekretariat menerima berkas pendaftaran para bakal calon, juga akan turun ke 11 kabupaten ini untuk melakukan survey untuk memastikan tingkat elektabilitas bakal calon itu. Jadi selain ada persyararatan lembaga survey, internal kami juga akan turun untuk memastikan agar bisa menentukan siapa bakal calon yang tepat untuk kita tentukan dan ajukan ke DPP,” ujar Banua.

Menurut Banua, timnya akan bekerja keras mengejar waktu. Sebab tinggal dua bulan lagi, tahapan pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum akan dimulai. Namun ia optimis target kerjanya bisa selesai. Apalagi, semua partai yang lebih dulu membuka pendaftaran pun hingga kini belum mengeluarkan rekomendasinya untuk para bakal calon yang telah mendaftar, kecuali Asmat dimana PDIP telah menjatuhkan rekomendasi kepada pasangan tertentu.

“Satu minggu pendaftaran dan survey, minggu kedua kita pleno, dan minggu ketiga kita akan serahkan nama-nama kepada DPP untuk menunggu rekomendasi. Dan tentu saja semua keputusan di tangan DPP Demokrat,” jelasnya.

Editor: HANS B /GUSTI M