Covid di PNG Melonjak, Warga Diminta Waspada

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Penularan COVID-19 di Papua Nugini, dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan. Kendati telah menutup Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw untuk perlintasan orang dan barang, Wakil Gubernur tetap mengingatkan warga yang tinggal di wilayah perbatasan untuk waspada dan tak melakukan perjalanan ke Papua Nugini.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

“Saya minta masyaarakat untuk sementara ini jangan dulu (bepergian ke PNG), apalagi yang melintasnya secara secara tradisional. Saya harap jangan dulu karena di PNG sangat tinggi penularan COVID.“Jadi, lebih baik kita jaga diri kita sudah, supaya tidak tertular dan bawa penyakit itu ke keluarga kita yang lain,” tegas Wagub, Kamis (15/4/2021) di Jayapura.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta warga yang tinggal atau berbatasan langsung dengan Papua Nugini, untuk berhati-hati dan waspada terharap potensi penularan COVID-19.

Ia katakan, penularan COVID di Papua Nugini sangat ekstrim sehingga warga perbatasan diminta tidak melakukan perlintasan secara tradisional, meski punya keperluan mendesak.

“Papua Nugini naiknya tinggi (penularn COVID). Jadi, teman-teman di perbatasan harus hati-hati kalau bisa jangan sering nyebrang (ke Papua Nugini) karena berbahaya nanti kena virus, lalu masuk dan menulari semua orang Papua”.

“Sama seperti waktu pertama kali Corona ini masuk ke Papua yang tentunya dari luar daerah. Kan kasihan harusnya nda kena, jadi kena,” ujarnya.

Dia juga meminta pemerintah provinsi serta aparatur terkait di wilayah perbatasan untuk dapat meningkatkan pengawasan. Sehingga penularan COVID dari Papua Nugini, bisa dicegah.

Editor | EDWIN RIQUEN

Komentar