RSUD Abepura Ditetapkan Jadi RS Covid-19

JAYAPURA (PTIMES)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua ditetapkan menjadi Rumah Sakit (RS) khusus pasien terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Pelayanan kepada pasien Covid-19 di RSUD Abepura berlaku mulai Senin, 18 Mei 2020.

Kepala BPSD Beserta Jajaran dan Tim Covid-19 Saat Rapat di Aula BPSDM Kotaraja, Kamis Pagi.

Hal itu dikemukakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, dr. Silvanus Sumule disela-sela pertemuan antara Satgas Covid dengan Kepala Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng beserta jajaran, Kamis pagi (14/5/2020) di Balai Diklat BPSDM, Kotaraja, Jayapura.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Hari Senin sudah bisa melaksanakan (pelayanan) dengan jumlah tempat tidur yang disiapkan sebanyak 150. Hari senin sudah bisa running. Itu adalah laporan yang saya sampaikan kepada bapak wakil gubernur,”ungkap Silvanus.

Menurutnya, selain RSUD Abepura sebagai RS khusus Covid-19, terdapat beberapa gedung yang menjadi tempat karantina atau penampungan bagi masyarakat yang telah menjalani Rapid Test dengan hasil reaktif yakni Hotel Muspagco, Hotel Sahid Entrop.

“Setelah rapat terakhir dengan Forkompinda dan tim Satgas Covid di Mapolda Papua, bapak Wakil Gubernur terus memantau perkembangan langkah-langkah dilapangan. Pertama telah kami laporkan bahwa RSUD Abepura untuk layanan pasien Covid-19 dan juga bagi mereka yang mengikuti Rapid Test dan hasillnya reaktif ditampung di hotel Muspagco hotel Sahid Entrop,”ungkapnya.

Sementara Balai Diklat BPSDM Kotaraja saat ini juga sedang dalam persiapan untuk menjadi tempat penampungan. Hanya saja, lanjut Silvanus, realita dilapangan masyarakat di sekitar Balai Diklat perlu mendapatkan edukasi yang baik sehingga menerima keputusan tersebut.

“Hari ini kita pertemuan untuk menyiapkan balai diklat namun realita dilapangan bahwa masyarakat memerlukan edukasi sehingga bisa menerima apa yang kita kerjakan hari ini. Pada intinya, bapak wakil gubernur meminta semua keputusan yang diputuskan pada saat rapat mapolda untuk segera dilaksanakan,”tegas Silvanus Sumule.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng mengatakan siap melaksanakan keputusan pemerintah untuk menjadikan balai diklat BPSDM sebagai tempat karantina atau penampungan sementara bagi mereka yang telah mengikuti Rapid Test dengan hasil reaktif.

“Kami mendukung keputusan bapak wakil gubernur bersama forkompinda dan tim Covid untuk penanganan Covid-19. BPSDM Siap mensupport,”ujar Rumaropen.

Editor: HANS BISAY