Pemprov Papua Tengah Bangun Rumah untuk Suku Kamoro

TIMIKA | PAPUA TIMES- Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 14 unit rumah layak huni bagi penduduk Suku Kamoro yang tinggal di Poumako, Kabupaten Mimika.

Memulainya pembangunan dengan dilakukannya pendirian tiang pertama oleh Asissten III Sekda Provinsi Papua Tengah Elisabeth Cenawatin mewakili Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk, pada Sabtu (7/10/2023).

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Asissten III Sekda Provinsi Papua Tengah Elisabeth Cenawatin mengatakan rumah kebutuhan dasar manusia, rumah yang baik dan sehat ini dikategorikan sebagai rumah layak huni yang juga berfungsi meningkatkan harkat, martabat, mutu kehidupan dan penghidupan manusia.

“Saya berharap dengan kegiatan pemasangan tiang pertama hari ini di Suku Kamoro Kampung Paumako, dapat menjadi awal yang baik bagi Pemerintah Papua Tengah dalam pengentasan kemiskinan ekstrim yang terjadi wilayah kita,” ungkap Elisabeth membaca sambutan Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM.

Elisabeth menjelaskan pembangunan perumahan dan permukiman harus didukung oleh suatu kebijakan, strategi dan program yang komprehensif dan terpadu sehingga akan menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang sehat, serasi, harmonis, aman dan nyaman.

“Salah satu upaya pemerintah papua tengah dalam mengatasi kemeiskinan ekstrim adalah dengan menyediakan rumah layak huni, karena angka kemiskinan diwilayah Papua Tengah khususnya Mimika menurut data BPS mencapai 30.950 orang dan menurut data BKKBN mencapai 27.823, orang yang mana salah satu penyebabnya adalah adanya kesenjangan pemenuhan kebutuhan perumahan (backlog) serta kondisi rumah yang belum layak huni,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan rumah layak huni ini akan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua Tengah khususnya masyarakat Suku Kamoro, Kampung Paumako Mimika dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim di wilayah Papua Tengah.

“Saya berharap di masa – masa yang akan datang pemerintah bersama masyarakat bersama-sama mengentas kemiskinan di wialayah Papua Tengah dan menigkatkan taraf kehidupan masyarakat,” tutupnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Ir. Yan Ukago, MT mengatakan master plan tata letak pembangunan rumah Suku Kamoro, Kampung Paumako telah dibuat. Dimana rumah-rumah masyarakat berbentuk rumah panggung, lantaran berada diatas hutan bakau.

“Pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat Poumako merupakan komitmen dari Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk yang pada kunjungan kerja ke Poumako pada 4 September 2023, yang saat itu berjanji akan memperbaiki kondisi rumah masyarakat yang sangat memprihatinkan dan kumuh,” tegasnya.

Yan Ukago menyampaikan desain rumah tersebut model konsep 3 S yaitu Sungai, Sagu dan Sampan. Karena kehidupan masyarakat Kamoro dan Asmat itu seperti konsep big family atau keluarga besar, dan dibangun sesuai kearifan lokal Kamoro dan Asmat.

“Pembangunannya saat ini baru 14 unit ditambah 200 meter jalan panggung karena disesuaikan dengan anggaran yang ada saat ini, tentunya tahun depan kita akan alokasikan untuk membangun dengan jumlah yang lebih banyak. Dengan konsep 3 S ini, kami berkeyakinan kompleks perumahan masyarakat Suku Kamoro ini akan menjadi daerah wisata, tempat penilitian hutan bakau dan juga mengenal budaya masyarakat Kamoro,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq mengungkapkan, pembangunan rumah laik huni ini memiliki dua nilai, yakni sebagai tempat tinggal dan pariwisata.

“Tujuan dari perumahan ini bukan hanya tempat tinggal, tapi ini merupakan objek wisata jadi ada dua keuntungan yang kita dapat pertama kita dapat rumah, kedua adalah tempat wisata,” tuturnya.

Bakri menerangkan, yang dimaksud dengan keuntungan wisata adalah warga yang suka mengukir dan menganyam bisa memamerkan hasil karyanya, sehingga bisa menghasilkan penghasilan tambahan.

“Bukan lihat saja, kita bisa cari makan dengan tangan, dan kita bisa dapat memenuhi kebutuhan,” ujarnya

Bakri melanjutkan, pembangunan rumah juga bertujuan agar dalam satu rumah hanya ada satu kepala keluarga.

“Adanya program ini menjawab salah satu persoalan yang selama ini kita hadapi, yakni satu rumah harus ada satu pemimpin untuk mengatur rumah tangganya. Kalau satu rumah ada dua ada tiga (kepala keluarga) siapa mau ataur siapa,” jelasnya.

Sedangkan, Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku menyampaikan terima kasih dan terharu karena mendapatkan bantuan rumah laik huni.

“Masyarakat saya khususnya orang Kamoro yang tinggal di Poumako berkontribusi besar bagi Mimika karena sebagian besar merupakan tenaga bongkar muat,” katanya.

Editor | TIM