oleh

Pemkab Tolikara Salurkan BLT Rp7 M untuk Mahasiswa

JAYAPURA (PTIMES)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara tahun ini menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp7 milliar untuk mahasiswa asal Tolikara se-Indonesia.

Selain BLT, juga diberikan bantuan pendidikan untuk biaya studi akhir, pemondokan dan bantuan dana kepada Himpunan Mahasiswa Pelajar Tolikara (HMPT).

Bupati Tolikara Saat Memberikan Penjelasan kepada Mahasiswa Tolikara di Jayapura terkait Penyaluran BLT. BUpati pada kesempatan tersebut menyalurkan bantuan Bapok untuk Masyarakat Tolikara yang berada di Jayapura.

Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan SDM Setda Kabupaten Tolikara Yunius Tabuni,S.STP disela-sela penyaluran Bantuan Biaya Studi Akhir Dan Biaya Pemodokan di Jayapura kepada mahasiswa Tolikara, Jumat (11/9/2020).

“Selain biaya studi akhir, pemondokan dan HMPT, Pemkab Tolikara juga membangun asrama bagi mahasiswa di beberapa Kota Studi. Baru-baru ini kami juga menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 3000 lebih mahasiswa asal Tolikara di seluruh Indonesia yang terdampak Covid-19. Masing-masing mahasiswa mendapat BLT sebesar Rp. 2.500.000; jadi lebih dari 7 Milyar sudah habis untuk mahasiswa terdampak Covid,” jelas Tabuni.

Dikemukakannya, Pemerintah Kabupaten Tolikara dibawah kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH.MH, serius dalam upaya peningkatan SDM masyarakat dan memberikan perhatian khusus kepada semua mahasiswa Tolikara yang sedang kuliah diberbagai Kota Studi di Indonesia.

“Bupati dan wakil bupati komitmen dalam pengembangan SDM melalui program unggulan diantaranya pemberian bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa yang sedang dalam proses menyelesaikan tesis dan pratek,”katanya.

Tabuni menjelaskan bahwa bantuan dana pendidikan kepada mahasiswa dutransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa. Dia berharap bantuan ini dapat digunakan secara baik. “Masing-masing Ketua Korwil harus menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Daerah dengan baik, jujur dan bertanggung jawab sesuai dengan peruntukannya,” tegas Yunius Tabuni.

jumlah bantuan ke mahasiswa tahun ini, lanjut Tabuni, berbeda dengan tahun sebelumnya karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jumlah dana bantuan studi akhir juga berkurang dikarenakan jumlah biaya pemondokan dan HMPT meningkat atau bertambah.

“Jadi dana dari Pemerintah untuk adik-adik mahasiswa itu bukan gaji atau hak melekat, sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kemampuan anggaran daerah. pemerintah tidak menanggung seluruh beban biaya kuliah mahasiswa. Pada dasarnya pemerintah hanya membantu meringankan beban kuliah. Biaya kuliah para mahasiswa sepenuhnya merupakan tanggung jawab setiap orang tua,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia menghimbau seluruh mahasiswa Tolikara agar berkoordinasi langsung dengan pihaknya terkait penyaluran dana. “Perlu dimaklumi bahwa situasi pandemi Covid-19 sekarang ini berbeda dengan situasi normal. Segala urusan saat ini tidak mudah, karena kita harus mengikuti protokoler kesehatan. Saya meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk bisa mengerti dengan kondisi ini,”tandas Tabuni.

Editor: HANS BISAY

Komentar

News Feed