oleh

NTP Papua Naik 0,56 Persen

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua pada Agustus 2021 naik 0,56 persen dengan indeks NTP sebesar 102,46. Sedangkan NTP nasional sebesar 104,68 atau mengalami peningkatan 1,16 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina, SE., MM dalam keterangan persnya, di Jayapura.

“Pada bulan Agustus 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua naik 0,56 persen dengan indeks NTP sebesar 102,46. Perubahan terjadi karena perubahan indeks harga yang diterima petani lebih cepat daripada perubahan indeks harga yang dibayar petani,”jelasnya.

Lebih lanjut Adriana mengemukakan NTP Provinsi Papua bulan Agustus 2021 menurut subsektor yaitu: NTP Subsektor Tanaman Pangan 101,63; NTP Subsektor Hortikultura 98,80; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 104,96; NTP Subsektor Peternakan 108,17; dan NTP Perikanan 108,50.

BACA JUGA  Penerimaan Migas Capai Rp81,90 Triliun

NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 108,85 dan NTP Perikanan Budidaya 102,58.

Dia menjelaskan dari 34 provinsi yang dilakukan penghitungan NTP pada Agustus 2021 menunjukkan bahwa 26 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 8 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP.

“Dimana Provinsi Bangka Belitung tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 3,68 persen dan Kepulauan Riau tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar -1,41 persen,”paparnya.

Pedesaan Papua pada Agustus 2021 tercatat mengalami penurunan Indeks Konsumsi Rumah tangga (IKRT) sebesar -0,03 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Papua pada Agustus 2021 adalah 104,76 atau mengalami kenaikan sebesar -0,56 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (𝐼 ) terhadap indeks harga yang dibayar petani (𝐼𝑏). NTP merupakansalah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

BACA JUGA  Penerimaan Migas Capai Rp81,90 Triliun

Editor | ENDI B | HERMON K

Komentar

News Feed