Hormati Lukas Enembe, Stop Polemikan Nama Stadion

JAYAPURA|PAPUA TIMES- Tokoh Masyarakat Heram Rasim Khelebheuw atau Oheey Heram Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Dantje Nere, S.Sos, M.Si mengingatkan masyarakat untuk stop berpolemik terkait penamaan stadion utama PON XX.

Hendaknya semua pihak menghormati Lukas Enembe,SIP.MH karena beliau adalah pemimpin Papua yang berjuang mengangkat harkat dan martabat Orang Asli Papua (OAP).

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

“Kami masyarakat Kampung Harapan tidak mempersoalkan pemberian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe, karena itu menyangkut nama besar seorang Gubernur yang masa kepemimpinannya mampu membuat suatu gebrakan besar diatas tanah Papua,” tegas Dantje kepada wartawan disela-sela laga uji coba tim sepak bola PON Papua vs Jawa Timur, Selasa malam (20/10/2020).

Dantje bilang Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tokoh olahraga Papua yang fenomenal. Sebab, dengan gagasannya Lukas Enembe bisa menghadirkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di bumi Cenderawasih yang akan diselenggarakan pada 2 Oktober 2021 mendatang.

“Lukas Enembe bisa membawa PON di Papua, ini sejarah besar setelah 57 tahun Papua integrasi ke NKRI. Jadi saya minta kita menghormati perjuangan beliau membangunan negeri kita,” Jelasnya.

Dia mengatakan masyarakat pemilik hak ulayat di sekitar kawasan stadion dan venue PON, mendukung penuh pemberian stadion Lukas Enembe di Nolokhla Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Oleh karena itu, Dantje menekankan kepada semua pihak untuk stop mempolemikan sebutan stadion Lukas Enembe, karena pemberian nama itu sudah melalui tahapan di DPR Papua dan telah dibuat dalam Peraturan Daerah Khusus (Perdasus).

“Pemberian nama Stadion Lukas Enembe ini sudah melalui tahapan resmi di DPR Papua, sehingga tak perlu lagi dipersoalkan, kalau tanpa melalui tahapan, patut untuk kita persoalkan bahkan digugat oleh publik,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Dantje juga menyarankan kepada masyarakat adat yang merasa dirugikan atas hak-hak ulayat yang belum diselesaikan oleh pemerintah, silakan melalui jalur hukum.

“Negara kita ini Negara hukum, jika hak-hak masyarakat yang belum terselesaikan, silakan ajukan proses hukum. Marilah kita mendukung acara peresmian stadion dan venue PON yang akan digelar Jumat besok,”pintanya.

Khusus mengenai persolan air ke semua venue PON di Kampung harapan yang berasal dari Horolly Faw di punggung gunung cycloop, Dantje kembali meminta pemerintah melalui instansi terkait untuk menyelesaikan nya dengan suku Nere/Wally sebagai pemilik air.

Editor|HANS AL|EDWIN R

Komentar