oleh

Panitia Peresmian Stadion LE Gelar TM

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Panitia peresmian stadion utama Lukas Enembe (LE), Bandar Udara Sentani dan Sosialisasi Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Selasa siang (13/10/2020) menggelar Technical Meeting I di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura.

Rapat teknis yang dipimpin Sekretaris Panitia Peresmian,Kenius Kogoya,SP.M.Si membahas kesiapan panitia penyelenggara hingga susunan acara saat peresmian. Sejumlah hal-hal teknis yang mendapat perhatian khusus adalah kuota peserta peresmian hingga penerapan protokol kesehatan Virus Causes Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kenius Kogoya menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan secara ketat diberlakukan pada acara tersebut. Oleh karenanya, setiap peserta acara wajib menjalani rapid test dan mengantongi surat bebas Covid-19.

Panitia telah membentuk tim untuk menangani rapid test. Saat ini, kata Kenius, tim kesehatan telah menyebar tenaga-tenaga kesehatan di 25 titik untuk melakukan rapid test. “Rapid test dilakukan gratis tanpa memungut biaya dan tim kesehatan sudah disebar di 25 titik,”ujarnya.

25 titik rapid test berada di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kantor Gubernur Papua, kantor DPR Provinsi Papua, Kantor Walikota Jayapura, Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Markas Polda Papua, Markas Kodam Cenderawasih.

BACA JUGA  DPD Pertanyakan Menkopolhukam Soal Dana Otsus

Kemudian Bandara Sentani, Perempatan Doyo Baru, Kampung Harapan, Expo Waena, SMU Buper Waena, Padang Bulan, Dinas Sosial Abepura, Tanah Hitam, Diklat BPSDM Kotaraja, Kantor Otonomi, Lapangan Bola Hamadi, Kantor Klasis GKI Argapura, PKM Elly Uyo Polimak, PKM Tanjung Ria, PKM Koya Timur, Dinas Pendidikan Dok IX, Angkasa dan Pasar dan Holtekamp.

Kenius menambahkan bahwa dalam rapat teknis telah diputuskan kuota peserta peresmian yang melibatkan PNS dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua serta Pemerintah Kabupaten Kota Jayapura, TNI/Polri, serta masyarakat umum.

“Hari ini kita menggelar rapat teknis dan telah membahas persiapan semua bidang dalam rangka mensuskseskan peresmian tanggal 20 Oktober 2020 nanti,”ungkap Kenius yang juga Sekretaris Umum KONI Papua itu.

Peresmian stadion utama PON XX digelar bersamaan dengan peresmian venue PON di kluster Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. “Selain stadion utama PON XX, juga diresmikan perubahan nama Bandara Internasional Sentani menjadi Bandara Internasional Theys Hiyo Eluay. Kemudian peluncuran buku data Orang Asli Papua,” bilang Kenius Kogoya.

BACA JUGA  Ini Penampakan Kantor Gubernur Papua Rp400 M

Sebelumnya, Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON XX Papua, DR. Yunus Wonda,SH.MH menegaskan penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada peresmian stadion utama PON dan venue-venue PON dilakukan secara ketat agar mencegah penularan virus tersebut.

Dia berharap setiap peserta peresmian mengikuti protokol yang dikeluarkan panitia sehingga acara berlangsung dengan baik. Protokol yang sudah diatur diantaranya tiap peserta wajib rapid test dengan hasil non reaktif, peserta dilarang Miras, dan sebagainya.

Editor | HANS BISAY

Komentar