oleh

TC PON PAPUA MOLOR

JAYAPURA- Trainning Center (TC) atlit Papua jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 kembali molor dari jadwal yang sudah ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua. Sebelumnya KONI Papua menjadwalkan TC Berjalan pada pekan kedua bulan Agustus 2018 namun batal akibat masih ada atlit dari sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang belum mengikuti tes fisik dan kesehatan.
Hal tersebut dikemukakan Sekertaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya,SP,M.Si kepada pers di kantor KONI Papua kompleks Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih APO Jayapura. Selain itu, KONI Papua juga dihadapkan dengan penyebaran atlit yang berada di daerah-daerah sehingga pelaksanaan tes kesehatan dan tes fisik harus digelar di kabupaten-kabupaten sementara anggaran KONI terbatas. “Kita mau tes semua di Jayapura bisa saja, tetapi kami KONI Papua saat ini belum punya dana yang cukup untuk bisa mengundang mereka tes di Jayapura,”katanya.
“Sebenarnya kita sudah harus melakukan trainning center atau pemusatan latihan berjalan sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Namun masih ada Cabor yang atlitnya belum tes fisik dan kesehatan makanya kita menunggu para atlit jalani tes kesehatan dan fisik,”ungkap Kenius mengiteraksi pertanyaan pers tentang waktu TC PON Papua.
Namun demikian, kata Kenius, dalam pertemuan KONI dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor telah disepakati bahwa TC Berjalan bagi atlit PON Papua akan dimulai 1 September 2018.”Dalam pertemuan kita dengan Pengprov Cabor kita sepakat TC berjalan akan mulai star nanti tepat tanggal 1 September 2018, itu kita mulai star untuk TC berjalan,” ujarnya.
Kenius menambahkan penyebaran atlet PON Papua tersebar di sejumlah daerah-daerah seperti Merauke, Timika, dan Biak Numfor. Mendatangkan mereka ke Jayapura untuk mengingkuti tes fisik dan kesehatan membutuhkan biaya yang cukup besar. Makanya, KONI Papua mensiasatinya dengan pengambilan sampel darah, urine dan pemeriksaan lainnya dilakukan di rumah sakit daerah kemudian pemeriksaan di Balai Laboratorium Kesehatan (Labkesda) Provinsi Papua.
“Minggu besok tim dari KONI akan turun ke kabupaten-kabupaten untuk mengambil sampel kemudia dilakukan pemeriksaan di Jayapura. Daerah-daerah yang ada atlet kita seperti Timika, Merauke, dan Biak. Kita siasati supaya semua harus berjalan, karena kalau kita menunggu ini waktu semakin sempit,”akunya.
Ditegaskan Kenius Kogoya bahwa TC Berjalan akan dimulai 1 September 2018, walaupun nanti ada atlit dari sejumlah Cabor yang mengikuti kegiatan lain seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). TC berjalan akan menjadi ajang bagi Cabor untuk menyeleksi atlitnya dengan sistim promosi degradasi.
Dengan begitu, KONI berharap pada tahun 2019, tim inti PON Papua sudah terbentuk. “Dengan terbentuknya tim inti PON Papua maka mereka akan menjalani TC terpusat di Papua maupun di luar Papua bahkan di luar negeri,”tandas Kenius.

Editor: HANS BISAY

Komentar