oleh

Dua Putra Putri OAP Ikut Program Inspirasi Selandia Baru

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Dua orang putra-putri asli Papua atas nama Melan Sorabut dan Niko Imbiri terpilih mengikuti program Indonesia Young Leaders Programme (INSPIRASI ) yang diselenggarakan UnionAID bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru.

Saat ini, keduanya sedang mengikuti program pelatihan bahasa inggris di lembaga pendidikan dan latihan, Sagu Foundation Jayapura.

Direktur Sagu Foundation, Tisha Rumbewas dalam keterangan pers di Jayapura, petang tadi, mengatakan kedua putra putri OAP itu dijadwalkan berangkat ke Selandia Baru tahun 2020, namun karena pandemi virus Corona menyebabkan keberangkatan keduanya ditunda.

“ Program INSPIRASI ini dipelopori UnionAID dan Pemerintah New Zealand (Selandia Baru). Kita dari Papua, terpilih dua orang atas nama Melan Sorabut dan Niko Imbiri. Keduanya seharusnya sudah berangkat ke New Zealand, namun karena pandemi virus Corona, maka UnionAID menunjuk Sagu Foundation melatih bahasa Inggris mereka,”kata Tisha.

Sagu Foundation Menjadi Salah Satu Lembaga Pendidikan yang Khusus Membantu Putra-Putri OAP Belajar Bahasa Inggris.

INSPIRASI adalah program UnionAID untuk calon pemimpin masyarakat sipil di Indonesia Timur. Setiap tahun 10 peserta dipilih untuk menjalani pendidikan dan belajar selama enam bulan di Selandia Baru belajar tentang pembangunan berkelanjutan, pengorganisasian komunitas, kebijakan publik, desain bersama, pengelolaan lingkungan, keadilan gender, dan pembangunan inklusif.

BACA JUGA  Wakil Kedubes Amerika Apresiasi Gubernur Enembe

Program INSPIRASI dikelola oleh UnionAID bekerja sama dengan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dan Universitas Teknologi Auckland (AUT) dengan dukungan New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT).

Tujuan program ini untuk membantu para pemimpin muda dari Indonesia Timur untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri mereka sehingga mereka dapat menjadi pemimpin dalam pembangunan berkelanjutan di masyarakatnya dan wilayah Indonesia Timur yang lebih luas.

Program ini berbasis di Auckland University of Technology (AUT) dan mencakup pelatihan bahasa Inggris selama 3 bulan, dan kursus Pembangunan Berkelanjutan selama 3 bulan.

Melan Sorabut dan Niko Imbiri mengatakan bangga bisa mewakili Papua dalam program tersebut. Keduanya optimis dengan menjalani program INSPIRASI dapat membantu pelayanan dan pembangunan masyarakat di Papua.

“Program ini sangat baik. Saya ingin memperdalam pengetahuan saya tentang pembangunan berkelanjutan. Karena dimasa depan, Papua perlu dibangun dengan baik. Dan juga pengembangan kapasitas. Saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang pelayanan sehingga bisa membangun masyarakat kita,”ungkap Melan Sorabut.

BACA JUGA  24 Pelajar Papua Dilepas ke 3 Universitas Amerika

Hal senada juga disampaikan Niko Imbiri yang memilih program INSPIRASI untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya dan memperlajari ilmu tentang pembangunan berkelanjutan, serta pengembangan komunitas.

“Tujuan saya ikut program INSPIRASI untuk mempelajari dan memahami Sustainable Development Goals dan meningkatkan skill, bahasa inggris dan belajar penyusunan project untuk pengembangan komunitas,”tambah Niko.

Editor | HANS BISAY

Komentar

News Feed