EKONOMI & BISNIS

Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Lewat Program PLN Peduli

4277
×

Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Lewat Program PLN Peduli

Sebarkan artikel ini

WAMENA | Aroma khas kopi dari dataran tinggi Bumi Cenderawasih ini semakin dikenal luas. Kopi Tiom asal Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, berhasil menembus pasar kopi nasional dan menjadi komoditas unggulan yang menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui program pemberdayaan PT PLN (Persero), produktivitas dan kualitas Kopi Tiom meningkat signifikan.

PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) secara konsisten mendampingi kelompok tani, mulai dari perbaikan budidaya hingga proses pascapanen.

Salah satu inovasi utama adalah pembangunan dome pengering biji kopi yang mampu menjaga kualitas tanpa bergantung pada cuaca.

Hasilnya, waktu pengeringan yang sebelumnya mencapai satu bulan kini dapat dipangkas menjadi sekitar 14 hari. Risiko gagal panen pun menurun drastis, sementara nilai jual kopi meningkat berkat kualitas yang lebih terstandar.

Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan PLN.

Ia menuturkan bahwa program tersebut telah membawa perubahan nyata bagi para petani.

“Dulu kami cemas setiap kali hujan datang karena kopi bisa rusak dan tidak laku. Sekarang, dengan adanya pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa lebih aman. Kualitas kopi terjaga, harga meningkat, dan penghasilan kami bisa naik hingga tiga kali lipat,” ujar Moses.

Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, turut mengapresiasi kontribusi PLN dalam pengembangan komoditas lokal.

Menurutnya, intervensi yang dilakukan tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga memperkuat daya saing daerah.

“Kopi Tiom adalah identitas sekaligus potensi besar Papua Pegunungan. Tantangan utama selama ini berada pada proses pascapanen akibat cuaca ekstrem.

Dukungan PLN melalui teknologi pengeringan dan pendampingan merupakan langkah strategis dalam memajukan komoditas unggulan daerah,” ujar John.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peran PLN kini melampaui penyediaan listrik.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN berkomitmen menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang. Melalui TJSL, kami ingin memastikan setiap program menciptakan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat.

Ini merupakan wujud creating shared value yang kami dorong untuk menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan,” kata Darmawan.

Keberhasilan program ini turut mengantarkan PLN UIW PPB meraih penghargaan Platinum Alignment pada Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026.

Program tersebut dinilai mampu mengubah pendekatan bantuan menjadi investasi sosial yang terukur dan berdampak langsung.

Dengan skor 2,76 pada Corporate Economic Protection Index (CEPI), setiap Rp1 dana TJSL yang disalurkan PLN mampu menciptakan nilai ekonomi hampir tiga kali lipat bagi masyarakat.

General Manager PLN UIW PPB, Roberth Rumsaur, menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program.

Ia berharap manfaat pemberdayaan ini dapat semakin luas dirasakan oleh petani di Papua.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memastikan program TJSL tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi mandiri masyarakat Papua,” ujar Roberth.

Editor | TIM | PAPUA GROUP

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG