BERITA UTAMAPROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

Gubernur Tabo Instruksikan Jajaran Pastikan Data OAP Valid

44
×

Gubernur Tabo Instruksikan Jajaran Pastikan Data OAP Valid

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok D. Siep saat menyampaikan Sambutan Gubernur John Tabo pda pembukaan Sosialisasi Pencatatan Sipil dan Bimbingan Teknis Aplikasi SIAK Plus Tahun 2026, di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin siang (14/9/2026).

WAMENA | Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E.,M.BA menginstrusikan jajarannya memastikan validasi kependudukan Orang Asli Papua (OAP) harus akurat.

Sehingga data tersebut menjadi tolok ukur pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih terukur dan tepat sasaran dalam pelayan percepatan pembangunan.

“Supaya pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Terutama orang asli Papua di Papua Pegunungan,”pinta Tabo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok D. Siep pada pembukaan Sosialisasi Pencatatan Sipil dan Bimbingan Teknis Aplikasi SIAK Plus Tahun 2026, di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin siang (14/9/2026).

Gubernur Tabo menegaskan, klaim mengenai besarnya jumlah OAP harus didukung data yang kuat dan terintegrasi.

“Kita sering mengatakan bahwa Orang Asli Papua jumlahnya banyak. Namun, kalau tidak didata dengan baik, pernyataan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Karena itu, data harus diinput melalui sistem yang benar sehingga dapat terintegrasi sampai tingkat nasional,” katanya.

Selain validasi data, Gubernur juga menyoroti kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meningkatkan pelayanan yang cepat, tertib, transparan, dan mudah diakses.

“Jangan sampai masyarakat datang sejak pagi, tetapi sampai malam tidak mendapatkan pelayanan. Hal seperti ini memberikan kesan bahwa kita belum serius dalam melayani masyarakat terkait administrasi kependudukan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Gubernur menegaskan, administrasi kependudukan bukan sekadar persoalan dokumen atau angka di atas kertas. Dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran merupakan dasar bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan pemerintah.

“Kalau datanya tidak benar, tentu kita akan kesulitan menentukan siapa yang harus dilayani, di mana kebutuhannya, dan program apa yang paling tepat diberikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mendorong pemanfaatan teknologi melalui aplikasi SIAK Plus untuk meningkatkan kecepatan, ketertiban, akurasi, dan jangkauan pelayanan.
Ia meminta agar sosialisasi dan bimbingan teknis tidak berhenti pada penyampaian materi, melainkan diimplementasikan di lapangan.

“Saya minta kegiatan ini jangan hanya berhenti pada sosialisasi dan pelatihan. Ilmu yang diperoleh hari ini harus diterapkan di lapangan dan benar-benar memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat masyarakat di kampung-kampung dan wilayah sulit jangkau tertinggal dalam pelayanan.

Untuk itu, koordinasi dan kerja sama antara OPD, Dinas Dukcapil, dan instansi terkait harus diperkuat agar pelayanan menjangkau hingga distrik dan kampung.

“Kita harus bekerja dengan satu semangat. Data yang baik menghasilkan perencanaan yang baik, dan perencanaan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran.Setelah kembali ke tempat tugas masing-masing, apa yang diperoleh dalam kegiatan ini harus dapat ditindaklanjuti dan diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”pungkasnya.

Editor | BERTI PAHABOL | SMSI NETWORK

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG