WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memperkuat edukasi kesehatan bagi generasi muda melalui sosialisasi penyediaan dan pengembangan materi kesehatan reproduksi (Kespro) bagi peserta didik jenjang SLTA/MA.
Kegiatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Papua Pegunungan itu berlangsung di Hotel Satrika Bayangkara Wamena, Sabtu, 12 September 2026. Sosialisasi diikuti perwakilan pelajar dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan dengan pendekatan berbasis kearifan budaya lokal.
Selain kesehatan reproduksi, materi yang diberikan mencakup pencegahan penyakit menular seksual, HIV/AIDS, bahaya narkoba, dan pencegahan stunting.
Kepala DPPKB Papua Pegunungan, Isak Yikwa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan peran strategis guru dalam membentuk karakter generasi muda.
“Guru punya tanggung jawab besar. Pendidikan bukan hanya soal laporan-laporan, tetapi untuk mendidik anak menjadi manusia yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya bagi generasi Papua,” ujar Isak.
Menurut Isak, pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penyiapan generasi yang berkarakter dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, pemateri bahaya narkoba, Agustina B. Larangan, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya informasi kesehatan yang komprehensif bagi pelajar usia SLTA.
“Pelajar perlu memahami pentingnya kesehatan reproduksi sekaligus bahaya narkoba dan penyakit menular seksual, agar terhindar dari penyakit kelamin, terutama HIV dan juga stunting,” kata Agustina yang juga Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Pegunungan.
Agustina berharap peserta sosialisasi tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan pengetahuan tersebut di sekolah dan daerah masing-masing.
“Kami tidak bisa langsung terjun ke delapan kabupaten. Karena itu, kami berharap peserta bisa membawa informasi ini untuk teman-teman di sekolah dan kabupaten masing-masing,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pemateri lainnya, Bidan Aneta A. R. Imbiri, S.Tr.Keb., MKM. Ia menilai pemahaman kesehatan reproduksi menjadi langkah penting untuk menyelamatkan generasi penerus Papua Pegunungan dari berbagai risiko kesehatan.
“Yang kami harapkan, generasi penerus di Jayawijaya dan umumnya di Papua Pegunungan bisa mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” kata Aneta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berupaya memperkuat edukasi kesehatan sejak usia sekolah sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan berkarakter.
Editor | BERTI PAHABOL | PAPUA GROUP









Comment