PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

Masyarakat Kuyawage Terima Bantuan Bama dari Pemprov

56
×

Masyarakat Kuyawage Terima Bantuan Bama dari Pemprov

Sebarkan artikel ini

WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga terdampak hujan es dan kekeringan di wilayah Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Jumat, 11 September 2026.

Bantuan disalurkan oleh tim yang dipimpin Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, bersama Kepala Bidang BNPB Papua Pegunungan. Bantuan tersebut sebelumnya dilepas oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol.

Wilayah terdampak berada di perbatasan Lanny Jaya dan Nduga, meliputi tujuh distrik yakni Kuyawagi, Pengant, Golonikime, Wonombarat, Guambalim, Wutpaga, dan Negeagin. Kekeringan akibat hujan es di wilayah itu telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, mengatakan kunjungan tersebut merupakan arahan langsung Gubernur dan Wagub Papua Pegunungan untuk memastikan kondisi warga.

“Saya bersama Kabid BNPB dan tim diutus Bapak Gubernur dan Wagub untuk datang langsung melihat keluarga kami yang terkena dampak hujan es di Kuyawage,” ujar Alpius.

Menurut dia, Gubernur meminta tim tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan warga di lapangan.

“Bapak Gubernur menyampaikan, pergi lihat kondisi masyarakat. Tanya mereka hari ini kondisinya seperti apa. Karena kekeringan ini sudah dua bulan lebih, masuk bulan ketiga,” katanya.

Kehadiran pemerintah provinsi mendapat apresiasi dari warga. Perwakilan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Gubernur John Tabo, Wakil Gubernur Ones Pahabol, dan seluruh OPD.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang sudah memberikan bantuan kepada kami masyarakat yang terkena dampak hujan es dan kekeringan,” kata salah satu perwakilan warga.

Selain bantuan pangan, warga menyampaikan dua kebutuhan mendesak. Pertama, kehadiran guru di lokasi pengungsian agar pendidikan anak-anak tetap berjalan.

“Kami meminta agar guru-guru datang ke tempat pengungsian untuk sementara waktu mengajar anak-anak kami,” ujarnya.

Kedua, perbaikan akses jalan yang telah dibuka oleh pemerintah provinsi agar tidak becek saat hujan.

“Kami berterima kasih akses jalan sudah masuk sampai distrik kami. Kami meminta agar ditimbun pasir supaya tidak becek saat hujan nanti,” katanya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penanganan berkelanjutan bagi warga terdampak, tidak hanya bantuan pangan tetapi juga akses pendidikan dan infrastruktur jalan

Editor | BERTI PAHABOL | PAPUA GROUP

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG