KUPANG | PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur NTT, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa (1/09/2026). Sebagian bantuan seberat 1,5 ton dibawa langsung oleh Tony Wenas bersama perwakilan karyawan PTFI asal NTT menggunakan pesawat.
Gempa M 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Distribusi bantuan selanjutnya akan menjangkau wilayah terdampak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.
“Kami datang dengan niat tulus untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. NTT adalah tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami berbuat lebih banyak,” kata Tony Wenas dalam keterangan resmi yang diterima di Jayapura, Kamis (3/9/2026).
Tony menjelaskan, PTFI merespons cepat dengan menurunkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan, dan menggalang donasi karyawan yang dilipatgandakan dua kali lipat oleh perusahaan.
Melalui Human Initiative (HI), PTFI menyalurkan 700 paket bantuan yang terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit. Selain itu, PTFI mendukung pembangunan lima unit hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat.
PTFI juga menyalurkan bantuan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) berupa 300 Hygiene Kit, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit, dan 300 Bedding Kit.
Tidak hanya itu, PTFI memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar satu ton.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan itu merupakan bukti nyata gotong royong.
“Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian,” ujar Melki.
Sejak fase awal bencana, PTFI telah mengirimkan tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) yang terdiri atas tim rescue, dokter, dan paramedis dari Timika. Sebanyak enam personel diberangkatkan dan bertugas pada 22-31 Agustus 2026.
Tim tersebut bergabung dengan tim ESDM Siaga Bencana dan memberikan layanan medis serta tanggap darurat di sejumlah lokasi di Flores, antara lain Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, dan Waso. Selama penugasan, tim medis PTFI telah melayani hampir 500 pasien.
Di sisi internal, karyawan PTFI dari Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.
Tony menambahkan, aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Sebelumnya, pada Januari 2026 PTFI menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatera, serta pada 2025 mengerahkan tim darurat untuk insiden runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo.
Editor | TIM REDAKSI | SMSI NETWORK
