JAKARTA | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons aspirasi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk petani di 25 distrik serta pengembangan kopi arabika hingga 500 hektare.
Komitmen tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Amran mengatakan, untuk tahap awal Kementan akan memfokuskan pada pengiriman alsintan karena dukungan anggaran telah tersedia.
Ia telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk segera mengidentifikasi kebutuhan di lapangan.
“Untuk tahap awal kita fokuskan dulu pada alat pertanian karena anggarannya tersedia. Saya minta Ditjen PSP segera melihat kebutuhan alsintannya, dan penyuluh juga kita dorong untuk mendampingi,” ujar Amran dalam keterangan resminya, , Rabu (26/8/2026)
Adapun alsintan yang dibutuhkan berupa peralatan pertanian kecil, seperti linggis, cangkul, sekop, dan parang. Pemkab Puncak mengusulkan pengiriman dilakukan menggunakan dua pesawat agar dapat segera menjangkau petani, mengingat akses transportasi yang sangat terbatas.
Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal mengatakan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena tingginya biaya transportasi. Untuk berpindah dari satu distrik ke distrik lain, masyarakat bahkan harus menggunakan pesawat kecil.
Selain kendala akses, petani di Puncak juga menghadapi cuaca ekstrem. Suhu dingin hingga turunnya salju menyebabkan sebagian tanaman mengering.
“Puncak tertinggi di Papua. Dingin di sana luar biasa. Masyarakat sudah menanam, tetapi sekarang banyak yang kering karena es salju turun,” kata Naftali.
Menurut Naftali, selain tanaman pangan, Kabupaten Puncak memiliki potensi di sektor kopi dan peternakan yang perlu diperkuat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menanggapi potensi tersebut, Mentan Amran mendorong pengembangan kopi arabika secara bertahap. Tahap awal dimulai dari 100 hektare dan akan diperluas hingga 500 hektare jika dikelola dengan baik.
“Untuk kopi arabika, coba mulai dulu 100 hektare. Kalau mampu dan berhasil, kita tambah sampai 500 hektare,” ucap Amran.
Ia juga meminta Direktorat Jenderal Perkebunan untuk berkoordinasi dengan Pemkab Puncak terkait rencana tersebut.
Amran menegaskan komitmen Kementan untuk membangun pertanian Papua sesuai potensi wilayah. Ia menyebut total anggaran untuk Papua pada 2025-2026 mencapai Rp5 triliun.
“Kami sangat peduli dengan Papua. Anggaran total Rp5 triliun tahun 2025-2026 di seluruh wilayah Papua,” pungkasnya.
Editor | HASAN HUSEN | SMSI NETWORK









Comment