Menteri Bahlil Beri 3 Solusi Pengembangan KEK Sorong

SORONG | PAPUA TIMES- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong perlu mendapat perhatian khusus.

Ada tiga solusi yang diarahkan Menteri Bahlil agar KEK Sorong dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua yakni pertama penyelesaian urusan lahan. Kedua, Inventaris izin-izin usaha pertambangan. Dan ketiga, bangun hilirisasi di KEK.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“KEK di Sorong solusinya satu, selesaikan urusan lahan. Kedua, Inventaris izin-izin usaha pertambangan yang tidak dioptimalkan. Ketiga, bangun hilirisasi di KEK.”

“Buat aturan pembatasan nikel agar tidak keluar dari Sorong tapi diolah di KEK,”ungkap Bahlil disela-sela rapat koordinasi dengan Kepala Daerah, Kepala DPMPTSP Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat Daya, Forkopimda, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat setempat,Jumat 04 Agustus 2023, di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Menteri Bahlil berkesempatan mengunjungi langsung kawasan KEK Sorong, di Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong. Ia menyatakan siap menjadi jaminan, agar pemerintah tidak mencabut status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua.

Berdasarkan hasil evaluasi dan rencana kerja pengembangan KEK yang dilakukan Dewan Nasional KEK pada 11 Januari 2023, KEK Sorong termasuk salah satu dari enam KEK yang mendapat peringatan, karena dinilai tidak optimal. KEK Sorong diberi batas waktu hingga Desember 2023, untuk menarik investor secara signifikan. Jika tidak, status KEK akan dicabut.

KEK Sorong ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2016 sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pertama di tanah Papua. Penetapan KEK Sorong diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk pengembangan industri logistik, agro industri serta pertambangan di timur Indonesia.

KEK Sorong diresmikan pada Jumat, 11 Oktober 2019. Berlokasi di Distrik Mayamuk, KEK Sorong dibangun di atas lahan seluas 523,7 Ha dan secara strategis berada pada jalur lintasan perdagangan internasional Asia Pasifik dan Australia.

KEK Sorong yang terletak di Selat Sele memberikan keunggulan geoekonomi yaitu potensi di sektor perikanan dan perhubungan laut.

Editor | DOMINGGUS KD