oleh

Kesbangpol Sosialisasi Pencegahan Miras dan Narkoba

KARUBAGA | PAPUA TIMES- Pemkab Tolikara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Miras (Minuman Keras) dan Narkoba (Narkotika dan Obat Terlarang) bertempat di SMP YPPGI Karubaga, Jumat (20/8/2021).

Di bawah tema: “Bahaya Miras dan Narkoba Bagi Generasi Muda”, kegiatan sosialisasi dibuka oleh Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si yang diwakili Staf Ahli, Labansi, S.Km.,M.Si.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tolikara, Yosua Noakh Douw, dalam sambutannya mengatakan, Miras dan Narkoba telah mejadi ancaman yang sangat serius bagi generasi muda dewasa ini.

“Kedua penyakit sosial ini (Miras dan Narkoba) sangat mengganggu keberlangsungan hidup setiap pribadi, keluarga dan bangsa,” ucap Yosua Noakh Douw di hadapan para guru dan siswa-siswi SMP YPPGI Karubaga.

Dikatakannya, dari hasil catatan Kementerian Hukum dan HAM, hingga tanggal 13 Mei 2013, dari 158.812 narapidana di Indonesia, 51.899 diantaranya terkait kasus Narkoba. Dari jumlah itu, 759 orang merupakan produsen, 3.751 orang bandar, 16.432 orang pengedar, dan 1.621 orang sebagai penadah Narkoba. Jumlah penyalahgunaaan narkoba sebanyak 7 juta orang dan sebagian besar adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan anak-anak SD.

“Para pelajar sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya menyiapkan diri menjadi generasi yang unggul dan berkualitas,” tegas Yosua Douw.

Untuk menghindari Miras dan Narkoba, Yosua Douw meminta semua orang untuk takut akan Tuhan dan berlaku bijak sesuai bunyi Kitab Amsal 8:12 (TB): “Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

“Takut akan Tuhan berarti kita menghindari barang-barang haram ini (Miras dan Narkoba). Kita membentengi diri kita dan pandai-pandai memilih teman bergaul. Tuhan akan menjaga dan memberikan keberhasilan bagi setiap orang yang taat pada-Nya,” tutur Yosua Douw.

Dijelaskannya, di era modern ini, generasi muda perlu memiliki kesadaran tentang kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Harus menjalankan segala aktivitas yang positif karena apa yang dilakukan hari ini merupakan tabungan untuk masa depan.

“Belajarlah giat, timbalah ilmu sebanyak mungkin. Jangan mudah terpengaruh hal-hal negatif. Kalau tahu ada teman-teman yang konsumsi Miras dan Narkoba, sampaikan ke orangtua, guru dan dokter untuk direhabilitasi. Kita juga berdoa agar mereka bisa bertobat,” ujar Yosua Douw.

Sementara itu, dr. Brian Sugito dalam pemaparan materi sosialisasi menerangkan, Miras dan Narkoba mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh terutama perkembangan otak.

Oleh karena itu, generasi muda yang masih dalam taraf pertumbuhan harus menjalankan pola hidup sehat dan menjauhi segala hal yang berbahaya bagi tubuh.

“Miras dan Narkoba itu sangat berbahaya, kalau satu dua kali sudah mencoba, lama-lama akan ketagihan dan terjerumus ke barang ini, dan menjadi pecandu, sakit dan bahkan bisa membawa risiko kematian. Jadi jangan pernah coba-coba untuk konsumsi Miras dan Narkoba,” jelas dr. Brian Sugito.

Kepala SMP YPPGI Karubaga, Nelly Esri Tandilembang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara yang memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Terima kasih kepada bapak bupati, wakil bupati, staf ahli, kepala Kesbangpol dan tenaga kesehatan yang sangat peduli dengan masa depan generasi muda Tolikara. Sosialisasi ini sangat penting untuk menyelamatkan anak-anak kita dari pengaruh Miras dan Narkoba karena masa depan negeri ini dalam genggaman mereka,” ucap Nelly Tandilembang.

Seperti diketahui, pembangunan bidang SDM merupakan bagian dari prioritas program pembangunan Pemkab Tolikara dalam kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH.,M.H saat ini. Selain Program 1000 HPK, pembangunan sekolah unggul dan beasiswa bagi mahasiswa, Pemkab Tolikara melalui dinas terkait juga giat melakukan berbagai pembekalan dan penyuluhan bagi para guru dan siswa-siswi di sekolah-sekolah.

Editor | DERWES YIKWA

Komentar

News Feed