oleh

Gubernur Enembe Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang untuk Hormati Asaribab

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP.MH menyampaikan duka cita atas meninggalnya putra terbaik asli Papua Letnan Jenderal (Letjen) TNI Herman Asaribab.

Wakil Kepala Staf Angkatan (Wakasad) itu menutup usia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senin (14/12/2020) sekitar pukul 13:40 WIB.

Untuk menghormati jasa almarhum, Gubernur mengistruksikan seluruh kantor-kantor pemerintah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengibarkan bendera selama satu minggu kedepan mulai tangga 15-21 Desember 2020.

“Sehubungan dengan meninggalnya Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) yang adalah putra terbaik Papua Letjen TNI Herman Asariba pada hari Senin 14 Desember 2020 maka sebagai bentuk belasungkawa dihimbau untuk mengibarkan bendera setengan tiang selama 1 minggu mulai tanggal 15 sampai dengan 21 Desember 2020,” demikian surat edaran Pemerintah Provinsi Papua nomor 004/21135/SET yang ditandatangani Sekretaris Daerah atas nama GUbernur Papua.

BACA JUGA  Ini Penampakan Kantor Gubernur Papua Rp400 M

“Kepada Kepala SKPD, Pimpinan instasi vertical dan otonomi, bupati walikota dan pimpinan BUMD/BUMN di Provinsi Papua diminta untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.”

Sementara itu, Selasa pagi, jenazah Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab rombongan tiba di Bandar Udara Theys Hiyo Eluay,Jayapura dan disambut pejabat TNI/Polri dan Pemprov Papua serta Kabupaten Jayapura.

Rencana almarhum akan dikebumikan di TMP Kesuma Trikora Waena Jayapura. “Segenap Keluarga Besar Kodam XVII/Cenderawasih turut berdukacita yang mendalam, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan diampuni segala khilafnya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,”ungkap Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Tanggapi Masalah Gubernur Enembe, Ini Pernyataannya

Editor | HANS B | YESAYA M

Komentar