oleh

110 Dokter OAP Difasilitasi Masuk Universitas Indonesia

JAYAPURA (PTIMES)- Gubernur Lukas Enembe,SIP.MH menugaskan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua untuk memfasilitasi 110 dokter Orang Asli Papua (OAP) mengambil spesialisasi di Universitas Indonesia.

Kepala BPSDM Didampingi
Kepala Bidang Perencanaan Program Pendidikan Afirmasi dan Daya Saing SDM Papua.

Kerjasama antara Pemerintah Papua dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) melalui Program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otsus Papua Tahun 2020 tersebut dalam rangka menyiapkan tenaga kesehatan di Papua yang hingga kini belum merata di seluruh wilayah di Tanah Papua.

“Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua, bapak Lukas Enembe,SIP.MH dan Klemen Tinal,SE.MM menugaskan kami untuk memfasilitasi para dokter asli Papua yang telah lulus administrasi supaya dapat mengambil spesialisasi di Universitas Indonesia,”ungkap Kepala BPSDM, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng disela-sela Pengarahan Umum dan Penjelasan Seleksi Lanjutan Program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otsus Papua Tahun 2020 kepada para Dokter OAP, Senin petang (28/9/2020) di aula Kantor BPSDM Papua, Kotaraja,Jayapura.

Aryoko mengatakan sejalan dengan harapan gubernur dan wakil gubernur maka BPSDM Papua bersama FK-UI mulai pekan depan menggelar pre matrikulasi atau penyetaraan ilmu secara online bagi 110 calon dokter spesialis OAP.

BACA JUGA  Mobil Ambulance Disiagakan di Rumah Gubernur Enembe, Ada Apa?

“Pertemuan sore ini menyepakati pelaksanaan pre martikulasi secara online terpusat di Kota Jayapura. Pre martikulasi ini akan digelar mulai pekan depan,”kata Aryoko didampingi Sekretaris BPSDM Papua Anthony M. Mirin,S.Sos.

Pre martikulasi digelar secara online dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan aspek ketersedian sarana prasana komunikasi dan internet.

Oleh karenanya, kata Aryoko, bagi para dokter yang bertugas di daerah-daerah terpencil dan kabupaten diharapkan dapat menyesuaikan diri sesuai jadwal yang akan ditetapkan.

Dukungan dari bupati, wakil bupati, sekertaris daerah, kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit serta kepala puskesmas di kabupaten juga sangat diharapkan untuk mewujudkan upaya peningkatakan SDM para dokter tersebut.

Selain bekerjasama dengan FK-UI, Pemprov Papua melalui BPSDM juga menjajaki kerjasama dengan Universitas Gaja Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro Jawa Tengah, dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Jawa Timur dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Sulawesi Selatan untuk kerjasama pengembangan SDM Dokter asli Papua.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Program Pendidikan Afirmasi dan Daya Saing SDM Papua, Elius Enembe, S.Kep, M.Kes menambahkan pre martikulasi bertujuan untuk menyiapkan para dokter sejak dini sehingga saat seleksi masuk FK-UI, mereka dapat bersaing sesuai dengan standar yang ditetapkan universitas tersebut.

BACA JUGA  Mobil Ambulance Disiagakan di Rumah Gubernur Enembe, Ada Apa?

“Pre matrikulasi ini untuk mengantar mereka saat masuk seleksi perguruan tinggi kedokteran pada tanggal 8 november 2020. Sehingga melalui tahapan ini kita mempersiapkan para calon dokter sepesialis bisa memenuhi standard dan tahapan dalam mengikuti seleksi,”ujarnya.

Editor: HANS BISAY

Komentar