Hanura Papua Kocok Ulang Bakal Calon Bupati 2020

JAYAPURA (PTIMES)- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meninjau kembali dukungan kepada bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Papua.

Partai Hanura Ketika Melakukan Bhakti Sosial Membagi Bagikan Masker Kepada Mama Papua dan Pedagang di Salah Satu Pasar Induk di Kota Jayapura. (Foto:Dok Hanura)

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya,SP.M.Si kepada pers, di Jayapura. “Kita akan lakukan kocok ulang kepada bakal calon bupati dan wakil bupati apabila hasil surveinya berbeda,”ujarnya.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Dikemukakan Kenius, Partai Hanura sudah melakukan seleksi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2020 beberapa waktu. Tahapannya dimulai dari verifikasi berkas, Fit and Propertest (uji kelayakan dan kepatutan) serta survei oleh lembaga survey independen.

Dari tahapan tersebut, lanjutnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura melalui Tim Pilkada Pusat telah mengeluarkan rekomendasi kepada sejumlah pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Hanya saja, dari beberapa rekomendasi dan dukungan bertolak belakang dengan hasil survei.

Hasil survei menjadi salah satu tolak ukur Partai Hanura memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. “DPP telah mengeluarkan dukungan kepada sejumlah bakal calon (bupati dan wakil bupati). Cuman ada beberapa hasil survei berbeda dengan calon yang mendapatkan rekomendasi. Sehingga kita akan peninjauan kembali,”kata Kenius.

Politisi Papua yang akrab disapa Ken itu menambahkan bahwa peninjauan kembali dukungan kepada bakal calon yang elektabilitas dan popularitas berbeda dengan hasil survei dimaksudkan untuk mencari figur-figur terbaik yang bakal memimpin lima tahun kedepan.

“Partai Hanura mau menang dan kita tidak ingin jual kucing dalam karung. Makanya ada beberapa bakal calon yang sudah mendapatkan dukungan tetapi hasil survey berbeda, kita pastikan akan tinjau ulang,”tandas Kenius.

Sementara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada tahun ini digelar di 270 daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota.

Di Provinsi Papua akan berlangsung di 11 Kabupaten yakni Kabupaten Boven Digoel,Merauke,Pegunungan Bintang, Asmat, Nabire, Waropen,Yahukimo, Keerom,Supiori,Mamberamo Raya dan kabupaten Yalimo.

Sedangkan Pilkada Serentak di 9 kabupaten di Provinsi Papua Barat akan dilaksanakan di Kabupaten Manokwari,Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Kaimana, Teluk Bintuni,Teluk Wondama, Pegunungan Arfak dan kabupaten Manokwari Selatan.

Penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun ini dijadwalkan berlangsung tanggal 9 Desember 2020 dengan mengikuti Protokol Kesehatan secara ketat.

Editor: HANS BISAY