TIMIKA | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dudung Abdurachman menegaskan penyelesaian masalah Papua harus mengedepankan pendekatan keamanan dan kesejahteraan secara terpadu.
Hal itu disampaikan Menko Polkam saat menyampaikan arahan Presiden RI dalam kunjungan kerja di Timika, Papua Tengah.
Dudung menjelaskan, Presiden menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai landasan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait harus memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi dalam menangani berbagai persoalan di Papua,” ujarnya.
Ia mengatakan, upaya menjaga keamanan harus berjalan beriringan dengan pembangunan yang inklusif, pendekatan humanis, serta program kesejahteraan yang dirasakan langsung hingga tingkat bawah.
“Pesan Bapak Presiden bahwa keamanan pasti akan berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, diciptakan situasi aman, baik dari pemerintah daerah maupun aparat yang terkait, untuk melakukan kegiatan bersama, berkolaborasi, terkoordinasi, sehingga tidak jalan masing-masing,” tegas Dudung.

Menko Polkam menekankan pembangunan Papua harus menyeluruh, berkelanjutan, dan menyusur sampai tingkat bawah. Kemenko Polkam menjalankan fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memantau perkembangan situasi wilayah.
“Pembangunan Papua harus menyusur sampai ke tingkat bawah. Ini yang kita pastikan,” katanya.
Di hadapan prajurit TNI dan Polri, Menko Polkam menekankan pentingnya loyalitas kepada Merah Putih serta mengutamakan kepentingan rakyat.
“Loyalitaslah kepada Merah Putih. TNI dan Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jadilah prajurit pejuang yang mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok,” tegasnya.
Ia mengingatkan penanganan kelompok pengacau keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat harus beriringan dengan pendekatan persuasif dan dialogis untuk membangun kepercayaan.
“Pesan Bapak Presiden, di samping melaksanakan tugas terhadap kelompok pengacau keamanan, kedua lakukanlah pendekatan dengan hati. Pendekatan untuk merangkul siapa pun membangun bersama Tanah Papua agar ke depan semakin maju dan sukses,” ungkap Menko Dudung.
Rangkaian kunjungan diawali kedatangan di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika. Menko Polkam memimpin rapat via telekonferensi dengan Menteri Dalam Negeri dan unsur TNI-Polri membahas penanganan karhutla.
Usai itu, ia menggelar rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah untuk penguatan stabilitas pertahanan dan keamanan.
Menko Polkam kemudian meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Limau Asri Timur dan menyerahkan 1.000 bingkisan kepada masyarakat.
Kunjungan dilanjutkan ke Aula Batalyon 754/ENK untuk pengarahan kepada personel TNI-Polri secara langsung dan via video conference, dirangkaikan penyerahan 1.000 paket bingkisan.

Pengarahan diikuti unsur komando kewilayahan, Kogabwilhan III, Koops TNI Habema, Satgas Elang BIN, Satgas Operasi Damai Cartenz Polri, dan Satgas Mamberamo BAIS.
Rangkaian ditutup dengan peninjauan Markas Kogabwilhan III untuk melihat kesiapan dan koordinasi unsur pertahanan dan keamanan.
“Semoga ke depan, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, dan semua elemen terkait, bersama-sama berpikiran satu, sepakat untuk Merah Putih, untuk bangsa dan negara,” pungkas Menko Polkam Dudung Abdurachman.
Editor | M HASAN | SMSI NETWORK







