BERITA UTAMAPROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

BP3OKP Dukung Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan

80
×

BP3OKP Dukung Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan

Sebarkan artikel ini

Kembangkan Produk Unggulan Lokal

WAMENA | Badan Percepatan Pembangunan Otsus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Pegunungan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung Dinas Koperasi dan UKM dalam menyinkronkan program strategis daerah.

Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menekan angka kemiskinan ekstrem dan inflasi di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Anggota BP3OKP Papua Pegunungan, Yoyok Iwik Sriyoto, S.Sos., M.Si., usai menggelar pertemuan koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Jigibalom, beserta jajaran pejabat struktural di Wamena.

Pertemuan ini berfokus pada harmonisasi program kerja yang selaras dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan (RIPP), RAPP dan RAP diantaranya,membangun ekosistem pengembangan Ekonomi Masyarakat OAP, pengembangan koperasi, baik koperasi Primer/sekunder dan Koperasi Merah Putih, pameran Produk Dalam Dan Luar Daerah, pengembangan ekonomi Lokal yang berbasis Komuditas unggulan (Kopi), swasembada pangan untuk mendukung kegiatan Program MBG dan Koperasi serta penggunaan anggaran Dana otsus yang harus sesuai program, tepat sasaran, Transparan, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program perekonomian berjalan optimal dan dapat dievaluasi secara berkala. BP3OKP sendiri telah menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari pembangunan ekosistem ekonomi masyarakat asli Papua (OAP), penguatan koperasi primer dan sekunder, hingga pengembangan komoditas unggulan daerah,” ujar Yoyok.

Dalam pertemuan tersebut, komoditas kopi Wamena kembali ditegaskan sebagai produk unggulan utama Papua Pegunungan yang telah mendapat pengakuan dari Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM telah bekerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk menampung sekitar 3 ton kopi di Koperasi KP3 guna menjaga stabilitas pasokan pasar.

Ke depan, BP3OKP mendorong ekstensifikasi lahan perkebunan kopi melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan agar mampu memenuhi permintaan pasar nasional maupun internasional yang terus meningkat.

Selain kopi, kerja sama perdagangan antar-wilayah juga terus dipacu.

Koperasi lokal kini mulai memfasilitasi pengiriman produk pertanian seperti keladi dan sayur-mayur ke Kabupaten Biak Numfor, yang kemudian dibalas dengan pengiriman komoditas ikan dan barang kebutuhan pokok ke Wamena.

Kerja sama serupa juga dijalin dengan Kabupaten Merauke untuk mendatangkan pasokan beras guna menstabilkan harga pangan di pasar domestik.

Menyikapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, BP3OKP mendorong Dinas Koperasi dan UKM untuk mempersiapkan para pelaku UKM lokal, khususnya di sektor peternakan ayam potong dan ayam petelur.

Langkah ini dinilai strategis agar kebutuhan bahan baku program MBG dapat dipasok langsung oleh masyarakat Papua Pegunungan sendiri, bukan terus-menerus didatangkan dari luar daerah.

“Program MBG di setiap dapur membutuhkan ratusan kilogram daging ayam dan ribuan butir telur setiap harinya. Ini adalah peluang perputaran uang yang sangat besar hingga miliaran rupiah. Kita harus memastikan masyarakat asli Papua menjadi tuan rumah dan pelaku utama di tanahnya sendiri, bukan sekadar menjadi penonton atau pembeli,” tegas Yoyok.

Melalui lima program strategis yang ditawarkan termasuk pameran produk kearifan lokal seperti noken dan kerajinan tangan ke tingkat nasional, serta pengawasan akuntabilitas penyerapan dana Otsus 2026, BP3OKP berharap kerja sama ini dapat mengubah pola perputaran ekonomi daerah ke arah yang lebih mandiri, aman, dan sejahtera.

Editor | BERTI PAHABOL | SMSI NETWORK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG