WAMENA | Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menegaskan lulusan perguruan tinggi harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, menciptakan terobosan baru. Tidak terobsesi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hal itu disampaikan John Tabo saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XVIII Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena di Wamena, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Gubernur berpesan agar 224 wisudawan UNA’IM Yapis Wamena dapat menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan lapangan kerja baru sesuai dengan potensi-potensi yang ada di Papua Pegunungan.
“Pesan saya, adik-adikku yang hari ini berbahagia setelah wisuda akan kembali ke masyarakat, ilmu yang adik-adik dapat harus diterapkan dengan baik. Tidak hanya berharap jadi pegawai negeri,” ujar Tabo.
Lulusan UNA’IMYapis Wamena diharapkan melihat potensi alam Papua Pegunungan yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi, seperti kopi, nanas, ubi dan keladi .
“Itulah ilmu yang kita dapat itu kita terapkan untuk merubah kehidupan kita. Jadi kita tidak berharap banyak kepada orang lain, tapi kembali kepada introspeksi diri kita sendiri, kita usaha diri kita sendiri, kita merubah hidup kita,” katanya.
Untuk memotivasi wisudawan, John Tabo menceritakan kisah perantau asal Sulawesi yang datang ke Wamena tanpa modal. Dengan meminjam uang (modal), perantau tersebut membeli kuali, kompor, minyak, dan ubi dari mama-mama Papua untuk digoreng dan dijual di pasar.
” Dari gorengan itu dia bikin kios kecil, dari kios kecil sekarang jadi toko. Dari toko sekarang jadi kaya raya,” cerita Tabo.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi teori dan praktik langsung bahwa kemauan dan kerja keras dapat mengubah kehidupan tanpa harus gengsi.
“Kenapa dia bisa? Kenapa kita tidak bisa? Jangan gengsi-gengsi. Ini khusus buat adik-adikku yang sudah selesai 224 orang, saya bangga,” ujarnya.
John Tabo juga mengenang awal mula dirinya menjadi mahasiswa pertama di Yapis Wamena yang kala itu masih sepi peminat. Kehadirannya sebagai Ketua DPR disebut menjadi pemicu meningkatnya animo masyarakat untuk mendaftar kuliah di Yapis.
“Dulu orang takut daftar di Universitas Yapis ini. Akhirnya orang banyak daftar, wah John Tabo sudah daftar mahasiswa nomor satu, kita lagi pergi daftar. Nah, itu membangkitkan motivasi,” katanya.
Ia menegaskan, satu-satunya cara untuk mengubah Papua Pegunungan yang merupakan provinsi dengan kondisi geografis tersulit adalah melalui pendidikan.”Gunung ini orang bisa merubah menjadi manusia yang hebat-hebat itu hanya satu-satunya lewat pendidikan,” tegasnya.
Tabo menyampaikan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pemprov telah menyiapkan alokasi anggaran untuk perguruan tinggi dan bantuan studi akhir bagi mahasiswa, termasuk dana untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3.
“Sudah siap, minggu depan dibagi. Tidak usah tahan lama-lama. Kita sekarang fokus bicara tentang SDM,” ujarnya.
Ia juga menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari golongan 2A hingga kini menjabat sebagai gubernur. Menurutnya, kebiasaan membaca buku menjadi kunci yang menolongnya.
“Waktu anggota DPR saya ke Jakarta, saya pulang koper-koper itu, istri saya pikir saya beli oleh-oleh banyak, padahal koper itu buku semua,” tuturnya.
Di akhir sambutan, John Tabo mengajak lulusan untuk menjaga kedamaian dan kerukunan beragama. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Yapis yang telah mendidik generasi muda Papua Pegunungan.
“Terima kasih kepada Yayasan Yapis yang sudah mendidik, membina adik-adik saya ini menjadi manusia-manusia yang handal, manusia-manusia yang hebat. Provinsi Papua Pegunungan ini punya hak juga berbicara di republik ini,” tutupnya.
Pada wisuda ke-XVIII tersebut, UNA’IM Yapis Wamena mewisuda 224 lulusan. Dengan animo pendaftar mahasiswa baru yang mencapai sekitar 400 orang, kampus tersebut dinilai memberikan kontribusi besar bagi peningkatan SDM di Papua Pegunungan.
Editor | BERTI PAHABOL | SMSI NETWORK
