WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengalokasikan dana hibah sebesar Rp1 miliar pada tahun 2026 untuk memperkuat operasional dan keberlangsungan proses perkuliahan di Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena.
Dukungan bantuan anggaran kepada perguruan tinggi dialokasikan merata. Selain perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Jayawijaya, Pemprov juga mendukung Universitas Okmin Papua (UOP) di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Hal itu disampaikan Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XVIII UNA’IM Yapis Wamena di Wamena, Sabtu, 10 Oktober 2026.
John Tabo menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan perguruan tinggi dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah memberikan dukungan pembangunan gedung kampus Yapis Wamena. Pada tahun 2024, saat masih dipimpin Penjabat Gubernur, pemerintah mengalokasikan bantuan Rp5 miliar untuk UNA’IM Yapis.
“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sudah bantu Rp5 miliar untuk UNA’IM Yapis tahun 2024 waktu itu Pj. Gubernur. Dan tahun 2026 ini sudah kita siapkan Rp1 miliar untuk hibah operasional. Meskipun ada efisiensi, kita tetap membantu termasuk juga perguruan-perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan satu universitas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Kita tidak perhatikan satu saja, tapi semua merata. Kita perhatikan sedikit demi sedikit,” kata Tabo.
Selain hibah operasional, Pemprov Papua Pegunungan juga mengalokasikan bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa. Tahun ini disiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar.
“Kita sudah membiayai 500 orang lebih tahun kemarin dan tahun ini 500 orang kami biayai studi akhirnya. Jadi ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua untuk mendukung SDM. Seluruhnya kita bantu 1.000 orang dengan alokasi Rp20 miliar,” jelas Gubernur Tabo.
Ia menilai investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang mampu mengelola potensi daerah dan mengambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, John Tabo mendorong lulusan UNA’IM Yapis Wamena agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia mengajak para wisudawan untuk terus meningkatkan kemampuan diri, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta mengambil peran di berbagai bidang strategis, baik pemerintahan, dunia usaha, politik, maupun profesi lainnya.
John Tabo juga mengingatkan wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa studi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Papua Pegunungan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan, antara lain kopi, nanas, ubi, dan beragam hasil lokal lainnya. Potensi tersebut memiliki peluang ekonomi apabila didukung inovasi, keterampilan pengolahan, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat.
“Generasi muda perlu membangun kemandirian ekonomi dan tidak semata-mata bergantung pada kesempatan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Lulusan perguruan tinggi diharapkan berani merintis usaha, mengembangkan produk lokal, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNA’IM Yapis Wamena dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Tanah Papua, khususnya di Papua Pegunungan.
Ia menegaskan, perguruan tinggi swasta memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keterbatasan jumlah perguruan tinggi negeri di berbagai wilayah membuat keberadaan perguruan tinggi swasta menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, perguruan tinggi negeri dan swasta perlu membangun kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, serta menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan.
“Tanggung jawab pemerintah dalam bidang pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan perguruan tinggi negeri, tetapi juga mencakup perguruan tinggi swasta melalui berbagai program yang sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas, dengan tetap menjaga standar mutu serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan daerah yang memerlukan dukungan afirmatif.
Editor: Berti Pahabol | SMSI Network
