JAKARTA | Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan itu melampaui target awal 4 emas.
Kontingen merah putih finis di peringkat 16. Juara umum direbut Cina dengan 169 emas, 89 perak, 83 perunggu. Tuan rumah Jepang di posisi kedua dengan 83 emas, 95 perak, 91 perunggu.
Lima emas Merah Putih datang dari empat cabang olahraga unggulan yang juga ada di Olimpiade. Bulu tangkis menyumbang dua emas lewat beregu putra dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi lewat Rahmat Erwin Abdullah, panjat tebing lewat Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan panahan lewat Nurisa Dian Ashrifah.
Emas Nurisa menjadi sejarah. Itu emas pertama Indonesia dari panahan sepanjang Asian Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan capaian itu hasil kerja kolektif. “Lima emas ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama,” kata Erick, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut dia, lima emas dari cabor Olimpiade adalah modal penting menuju Olimpiade Los Angeles 2028. “Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.
Pemerintah akan mengevaluasi hasil ini untuk fokus pembinaan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.

Dari Bumi Cenderawasih, apresiasi disampaikan kepada atlet-atlet Indonesia yang telah berjuang diajang Asian Games Aichi-Nagoya.
“Selamat dan sukses atas prestasi atlet-atlet kebanggaan Indonesia di Asian Games,” ucap George Weyasu Wakil Ketua VI KONI Papua di Jayapura.
Weyasu juga menyemangati putra-putri asal Tanah Papua yang telah membela Merah Putih di ajang tersebut. Ada Herlin Aprilin Lali, Stevani Maysche Ibo, Sella Monim (dayung), Natasya Beteyob (Angkat Besi), Erika Kbarek (Hoki putri), Silfanus Ndiken (lempar lembing) dan Mediol Stiovanny Yoku (bola voli)
“Kita juga apresiasi atlet-atlet kebanggan Tanah Papua yang sudah berjuang membela Merah Putih. Mereka punya spirit tinggi dan sudah berjuang,”kata George menyemangati.

Dari 7 atlet tersebut, Herlin Aprilin Lali berhasil menyumbang medali Perunggu dari cabang olahraga Canoe Sprint nomor Women’s C1 200 meter. Herlin finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 47,309 detik.
Medali emas diraih pedayung Uzbekistan, Shohsanam Sherzodova, dengan waktu 46,597 detik. Perak menjadi milik wakil China, Shuai Chang Wen, dengan catatan 46,613 detik.
Capaian ini menjadikan Herlin sebagai atlet Canoe Indonesia pertama yang menyumbang medali di Asian Games 2026.
Sementara itu lifter putri andalan Papua Natasya Beteyob yang menempati peringkat keenam kelas 61kg asian games Aichi-Nagoya 2026 dipastikan mengikuti kuafikasi Olimpiade.
Editor | M HASAN | HANS AL | SMSI NETWORK







