BERITA UTAMA

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

962
×

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Sebarkan artikel ini
Presiden melantik Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Wakapolri yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, ia menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.

Sementara Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, 4 Juni 1970, lulusan Akpol 1992. Sebelumnya ia menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Jenderal Polisi. Ia resmi menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Pada agenda yang sama, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Penganugerahan berdasarkan Keppres RI Nomor 85/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera.

Penghargaan diberikan atas jasa luar biasa di bidang kepolisian dan pengabdian yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa, serta diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional. Penyematan tanda kehormatan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo.

Usai dilantik, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menegaskan tiga fokus kepemimpinannya: peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, dan kedekatan dengan masyarakat melalui program “Polisi Bersama Masyarakat”.

“Kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, dan kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan program kerja kami yaitu Polisi Bersama Masyarakat,” ujar Suyudi di Istana Negara.

Menurutnya, langkah awal adalah konsolidasi internal dan evaluasi program kepemimpinan sebelumnya. Program yang baik akan dilanjutkan, yang perlu perbaikan akan dibenahi.

“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” katanya.

Suyudi menyebut polisi harus hadir di tengah masyarakat dan responsif terhadap persoalan kamtibmas. Pihaknya juga akan melakukan pemetaan masalah internal untuk menentukan prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Kita akan mencoba belanja masalah dan akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting, menjadi prioritas kami tentunya dalam kerangka harkamtibmas,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan atensi Presiden Prabowo terhadap sejumlah isu yang meresahkan masyarakat, seperti narkotika, penyelundupan, dan judi daring.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua, terutama terkait masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” pungkas Suyudi.

Editor | M HASAN | SMSI NETWORK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG