BERITA UTAMA

Kantor Komnas HAM Papua Diteror Bom Molotov

51
×

Kantor Komnas HAM Papua Diteror Bom Molotov

Sebarkan artikel ini

Menteri HAM Minta Polda Papua Segera Ungkap Pelakunya

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey saat Menyampaikan keterangan kepada pers di lokasi kejadian.

JAYAPURA | Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Komnas HAM Perwakilan Papua yang berada di Jalan Soa Siu Dok 5 Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Rabu pagi sekitar pukul 10.15 WIT diteror orang tak dikenal.

Berdasarkan informasi awal, seorang pelaku yang dicurigai mengendarai kendaraan bermotor terlihat melemparkan botol berisi bahan mudah terbakar ke arah halaman kantor perwakilan tersebut.

Beruntung, bom molotov tersebut tidak meledak sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan parah pada bangunan.

“Hari ini tanggal sembilan September jam sepuluh lewat lima belas menit, ada seseorang membawa bom molotov lalu melempar ke kantor Komnas HAM lalu melarikan diri. Ini teror, ini kejahatan yang serius. Pelakunya harus ditangkap hari ini supaya memutus rantai kejahatan, niat-niat teror kepada Komnas HAM sebagai lembaga nasional hak asasi manusia,”ungkap Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey di lokasi teror.

Frits mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk teror yang serius terhadap lembaga negara. Ia menilai kejadian di siang hari menunjukkan keberanian pelaku yang perlu diusut tuntas.

Di lokasi kejadian, ditemukan barang bukti berupa botol berisi bensin sekitar satu liter yang dilengkapi sumbu. Pelaku sengaja melemparkan ke arah deretan motor yang terparkir di halaman agar molotov pecah dan terbakar.

“Ini ada botol, ada sumbu, sengaja dilempar ke arah beberapa motor di sini agar bisa pecah dan terbakar, ini bensin satu liter tapi tidak meletus. Ini di siang hari, tentu ada banyak CCTV dan polisi tinggal melanjutkan penyelidikan,”kata Ramandey berharap rekaman CCTV di sekitar lokasi dapat membantu mengungkap identitas pelaku.

Sementara itu, dari Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta Polda Papua melakukan penyelidikan secara serius dan objektif hingga pelaku ditemukan.

Pigai menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat serius, karena sama saja dengan melakukan kekerasan terhadap institusi hak asasi manusia.

Pigai juga menekankan agar Ketua dan jajaran Komna HAM Papua mendapat perlindungan. “Saya minta Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua dilindungi, negara harus memastikan ada perlindungan. Karena kalau ancaman terhadap pembela hak asasi manusia, ancaman terhadap pelaksanaan hak asasi manusia, maka itu tidak baik bagi mata internasional,”tegas Pigai.

Menurutnya, ancaman terhadap pembela HAM adalah ancaman terhadap pelaksanaan hak asasi manusia itu sendiri dan tidak baik di mata internasional.

“Karena kalau ancaman terhadap pembela hak asasi manusia, ancaman terhadap pelaksanaan hak pembangunan hak asasi manusia maka itu tidak baik bagi mata internasional,”tandas Menteri Natalis Pigai.

Editor | TIM REDAKSI | SMSI NETWORK

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG