BERITA UTAMA

Uncen-Sinar Mas Kolaborasi Ilmiah Lestarikan Biodiversitas Papua

88

JAYAPURA | PT Sinarmas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) perkuat kolaborasi multipihak untuk melestarikan biodiversitas Papua.

Kolaborasi diwujudkan melalui seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif” yang digelar Selasa pagi (23/6/2026) di Gedung Sains dan Kemitraan Freeport Indonesia, Kampus Uncen Abepura, Kota Jayapura.

Seminar dibuka Asisten II Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd, MSocSc, mewakili Gubernur Papua. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota Jayapura, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Salah satu materi utama seminar adalah hasil kajian kolaborasi Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Uncen dengan Sinar Mas Agribusiness and Food di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura.

Kajian tersebut mengidentifikasi jenis burung, karakteristik vegetasi habitat, serta persepsi dan interaksi masyarakat terhadap burung endemik Papua.

Ketua Tim Peneliti Uncen, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., menyebut penelitian ini memperkuat basis data biodiversitas Papua.

“Papua memiliki biodiversitas yang sangat tinggi dan unik, termasuk berbagai spesies burung endemik. Melalui kajian ini, kami berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi habitat, keberadaan spesies, serta tantangan pelestarian,” kata Basa.

Sementara itu, Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Haskarlianus Pasang, menegaskan kolaborasi dengan Uncen merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

“Kami meyakini pelestarian biodiversitas memerlukan pendekatan ilmiah dan kolaborasi multipihak. Kemitraan ini kami harap bisa mendukung pengembangan pengetahuan, perlindungan habitat, serta upaya pelestarian biodiversitas Papua secara berkelanjutan,” ujar Haskarlianus.

Ia menambahkan, temuan kajian diharapkan menjadi masukan untuk pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi dan perlindungan biodiversitas. Kajian kolaboratif itu menekankan pentingnya penguatan konservasi lewat penelitian, edukasi, dan kerja sama.

Mewakili Gubernur Papua, Asisten II Sekda Papua, Suzana Wanggai menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian biodiversitas sebagai kekayaan strategis Papua.

“Papua memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Upaya pelestariannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha secara bersama-sama,” ucap Wanggai.

Pemprov Papua menyambut baik inisiatif yang mendorong penelitian, edukasi, dan kolaborasi untuk melindungi biodiversitas Papua bagi generasi mendatang.

Inisiatif ini sejalan dengan Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang mendorong pengelolaan usaha bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan jangka panjang.

Para pemangku kepentingan berharap hasil seminar berkontribusi pada perlindungan habitat, penguatan program konservasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan hayati Papua.

Editor| HANS AL | TIM REDAKSI

Exit mobile version