KESEHATAN & MEDIS

Wapres Targetkan RSUD Asmat Naik Jadi Tipe C

3306
×

Wapres Targetkan RSUD Asmat Naik Jadi Tipe C

Sebarkan artikel ini

ASMAT | Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan komitmennya mendorong percepatan peningkatan status RSUD Perpetua J. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dari tipe D menjadi tipe C. Langkah ini bertujuan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Komitmen itu disampaikan Wapres saat meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat.

“Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi. Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga,” ujar Gibran.

Peningkatan layanan kesehatan ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan dasar yang merata hingga ke daerah terpencil.

Dalam kunjungannya ke RSUD, Wapres meninjau sejumlah fasilitas, berdialog dengan pasien dan tenaga kesehatan, serta melihat langsung ruang NICU dan ruang nifas. Ia juga meninjau perkembangan pembangunan rumah sakit yang telah dilakukan bertahap sejak 2016.

Direktur RSUD Perpetua J. Safanpo, drg. Yenny Yokung Yong, MDSc, Sp.Perio, menjelaskan bahwa peningkatan status rumah sakit menjadi tipe C akan memperluas akses layanan spesialistik.

“Harapannya dengan adanya kunjungan Bapak Wapres, proses peningkatan kelas rumah sakit ini bisa dipercepat. Pelayanan tidak hanya empat dasar, tetapi juga berkembang ke arah kanker, jantung, stroke, dan urologi,” jelas Yenny.

RSUD Perpetua J. Safanpo masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win pemerintah di sektor kesehatan.

Selain peningkatan status, pihak rumah sakit juga mengusulkan pengadaan alat CT scan untuk mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah. “Jika alat ini hadir, jumlah rujukan akan berkurang, sekaligus menekan beban biaya,” tambah Yenny.

Saat ini, biaya rujukan pasien Orang Asli Papua ditanggung melalui dana otonomi khusus, mencakup transportasi, pendampingan medis, hingga rumah singgah di Timika, Merauke, Jayapura, dan Makassar.

Rumah sakit juga membutuhkan penguatan infrastruktur digital untuk mendukung Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), termasuk peningkatan kapasitas Wi-Fi. Tantangan lain adalah keterbatasan akses air bersih saat musim kemarau yang memengaruhi pelayanan medis dan pengendalian infeksi.

Editor | TIM REDAKSI | PAPUA GROUP

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG