KOBAKMA | Momen bersejarah mewarnai pelaksanaan Ibadah Penamatan Siswa-Siswi Sekolah Alkitab Bogo Tahun 2026 yang digelar di halaman Sekolah Alkitab Bogo, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kamis (18/6/2026). Selain menjadi acara penamatan bagi para siswa, kegiatan ini juga menandai perjalanan 40 tahun Sekolah Alkitab Bogo dalam membina dan melahirkan kader-kader pelayan Tuhan bagi Tanah Papua.
Acara berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Isak Yando, mewakili Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) John Tabo, S.E., M.B.A. Hadir pula Kapolsek Kelila, Dandim Kelila, para hamba Tuhan, pendeta, gembala jemaat, guru dan pembimbing, orang tua siswa, serta masyarakat setempat.
Dalam penamatan tersebut, sebanyak 19 siswa-siswi resmi dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikan mereka di Sekolah Alkitab Bogo. Penamatan tahun ini mengangkat tema “Hamba yang Melayani” yang diambil dari Firman Tuhan dalam Efesus 6:5-9.

Dalam khotbahnya, pelayan firman menegaskan bahwa tema tersebut merupakan panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan penuh tanggung jawab.
“Hari ini merupakan penamatan yang ke-40 tahun sejak Sekolah Alkitab Bogo berdiri. Pada kesempatan ini, sebanyak 19 siswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan siap melayani di tengah gereja dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo,SE.,M.BA menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan atas nama pribadi, saya menyampaikan selamat kepada seluruh peserta didik yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Alkitab Bogo,” ucap Staf Ahli Gubernur Isak Yando saat membacakan sambutan Gubernur.

Menurut Gubernur, penamatan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Penamatan hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah pengabdian yang lebih besar. Apa yang telah dipelajari selama berada di Sekolah Alkitab bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan Firman Tuhan harus menjadi terang yang menerangi keluarga, gereja, masyarakat, bahkan bangsa dan negara,” katanya.
Gubernur menilai tema “Hamba yang Melayani” sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Menurutnya, dunia membutuhkan lebih banyak orang yang memiliki hati melayani dengan tulus tanpa mengharapkan pujian ataupun kedudukan.
“Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang mau melayani dengan hati yang tulus, bukan mencari pujian, bukan mencari kedudukan, tetapi menghadirkan kasih, kedamaian, dan pengharapan bagi sesama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seorang hamba yang melayani adalah pribadi yang bersedia bekerja dengan rendah hati, mau mendengar, membantu sesama, serta menjadi berkat bagi orang lain.
“Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan oleh para lulusan Sekolah Alkitab Bogo,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan beriman.
“Pembangunan Papua Pegunungan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia. Ketika manusia memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, kejujuran, dan rasa tanggung jawab, maka daerah ini akan maju dengan sendirinya,” tegasnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada gereja dan lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda Papua.
“Kami sangat menghargai peran gereja dan lembaga pendidikan keagamaan seperti Sekolah Alkitab Bogo yang selama ini ikut membentuk karakter generasi muda. Kalian telah membantu melahirkan kader-kader pelayanan yang akan menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Kepada para lulusan, Gubernur berpesan agar tidak berhenti belajar, terus memperdalam pengetahuan, memperkuat iman, serta meningkatkan kapasitas diri untuk menjadi pembawa damai dan pemersatu di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak para lulusan untuk menjadi teladan dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
“Jadilah terang dan garam dunia. Jadilah hamba yang melayani dengan kasih, rendah hati, dan setia sampai akhir,” tutupnya.

Perayaan penamatan yang berlangsung penuh sukacita tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan 40 tahun Sekolah Alkitab Bogo. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai pelayanan yang telah diperoleh selama masa pendidikan untuk melayani gereja dan masyarakat di berbagai wilayah Papua.
Dengan semangat tema “Hamba yang Melayani”, para lulusan diharapkan menjadi generasi pelayan Tuhan yang mampu membawa perubahan positif, memperkuat persatuan, serta menjadi terang dan berkat bagi sesama di mana pun mereka berada.
Editor | TUNDEMIN KOGOYA








Comment