JAYAPURA | Atlet asal Tanah Papua kembali mengharumkan nama Indonesia pada ajang The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026 yang berlangsung di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, pada 10-14 Juni 2026.
Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengirimkan tujuh atlet binaan Papua Athletics Center (PAC) yang mendapat dukungan PT Freeport Indonesia. Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Dua medali emas masing-masing dipersembahkan oleh Elizabeth Martha Putri Baminggen pada nomor tolak peluru senior putri dan Kristostomus Kaize pada nomor lempar lembing putra U-18.

Elizabeth, atlet asal Nabire, meraih medali emas setelah mencatatkan tolakan terbaik sejauh 13,24 meter. Sementara itu, Kristostomus Kaize memastikan medali emas kedua bagi Indonesia melalui lemparan sejauh 65,72 meter.

Medali perak diraih Kresensia Mobok Ndiken pada nomor lempar lembing putri U-20. Meski finis di posisi kedua, atlet asal Merauke itu mencatat prestasi istimewa dengan memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama 17 tahun.
Putri dari legenda atletik Indonesia, Timotius Sokai Ndiken, tersebut mencatatkan lemparan sejauh 44,72 meter pada hari pertama kompetisi. Catatan itu melampaui rekor nasional sebelumnya milik Ayu Ariandani yang bertahan sejak 2009 dengan lemparan sejauh 43,20 meter.

Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Silfanus Ndiken pada nomor lempar lembing senior putra. Ia menutup penampilannya dengan lemparan sejauh 67,81 meter.
Penampilan konsisten para atlet asal Tanah Papua tersebut menjadi bukti hasil pembinaan yang berkelanjutan. Raihan medali dan pecahnya rekor nasional menunjukkan kerja keras, disiplin, serta proses latihan yang dijalani para atlet selama ini.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet Indonesia di Filipina.
“Kepada para atlet yang berhasil meraih medali dan juga memecahkan rekor nasional, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras kalian yang membanggakan,” ujar Marciano dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, ofisial, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), serta PT Freeport Indonesia yang terus mendukung pembinaan atletik nasional.
“Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk lahirnya prestasi-prestasi berikutnya pada berbagai ajang internasional, baik single event maupun multi event,” katanya.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai pecahnya rekor nasional yang bertahan selama 17 tahun menjadi bukti besarnya potensi atlet Papua apabila mendapat pembinaan yang terstruktur.
“Pecahnya rekor yang bertahan 17 tahun dan torehan medali di Filipina ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengatakan keberhasilan Kresensia dan para atlet lainnya menunjukkan kualitas program pembinaan yang dijalankan Papua Athletics Center.
“Keberhasilan Kresensia memecahkan rekor nasional yang telah bertahan 17 tahun, serta dominasi medali dari para atlet lainnya, adalah bukti kualitas program pembinaan di PAC,” kata Claus.
Menurutnya, kejuaraan internasional memiliki peran penting dalam mengasah mental bertanding atlet sekaligus menjadi sarana evaluasi hasil latihan. PT Freeport Indonesia bersama PB PASI, lanjutnya, berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem pembinaan atlet agar talenta-talenta Papua dapat terus berkontribusi bagi prestasi atletik Indonesia di masa depan.
Editor | HANS AL | TIM REDAKSI








Comment