Papua Punya Asosiasi Wartawan, Dewan Pers Apresiasi

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Jurnalis orang Asli Papua (OAP) saat ini resmi memiliki wadah berhimpun. Organisasinya diberi nama Asosiasi Wartawan Papua (AWP). AWP didirikan tahun 2017 dengan nama Forum Calon Pempinan Papua kemudian tahun 2023 dilaunching dengan nama AWP.

Ketua AWP, Elisa Sekenyap mengatakan,sejak berdiri wadah ini hanya berbentuk komunitas, bahkan membentuk grup WhatsAp dan melakukan diskusi-diskusi, tetapi juga pelatihan pengelolaan, dan penggunaan media online.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Kemudian berkembang dan mendapat dukungan para jurnalis asli papua di seluruh tanah Papua sehinga Forum tersebut disepakati menjadi Asosiasi Wartawan Papua. Keberadaan asosiasi ini diharapkan menjadi wadah berkumpulnya jurnalis asli Papua untuk meningkatkan profesionalisme sebagai pers.

“AWP sebagai wadah pemersatu, pengkaderan dan pendidikan di bidang jurnalistik,” sambung Elisa.

Keberadaan asosiasi ini mendapat apresiasi dari Dewan Pers. “Kami menyambut baik dengan berdirinya Asosiasi Wartawan Papua,AWP harus tetap eksis karena sudah dibangun cukup lama sejak 5 tahun lalu,”ungkap Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro disela-sela pelatihan Pengelolaan Media Online Tingkat Pimpinan Media se-Tanah Papua yang berlangsung di Suni Hotel Abepura, Kota Jayapura,Senin (25/3/2024).

Meski baru dilauncing Oktober 2023 lalu, menurut Sapto sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan. “Salah satunya,pelatihan pengelolalan media online tingkat pimpinan se tanah Papua,” ujarnya.

Sapto mengatakan,dirinya sudah berbincang dengan Ketua AWP untuk harus tetap eksis di Papua. “Pastinya banyak hal harus dibuat,” terangnya.

Sapto menjelaskan,dengan berdirinya AWP ini menjadi satu wadah untuk jurnalis orang asli Papua. “Dimana orang asli Papua membuat asosiasi ini,menurut saya perlu di suport dukungan dan dikembangkan,” ujarnya.

“Karena yang harus dilakukan oleh AWP adalah peningkatan kompetensi,agar wartawan orang asli papua terus tingkatkan kemampuan,” sambung Sapto.

Selain itu,ia menambahkan,dari sesi jurnalistik bagaimana cara mengolah informasi supaya informasi itu bisa cepat sampai ke publik. “Semua dilakukan untuk memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Papua. Karena banyak potensi yang mesti diangkat.”

“Ada banyak potensi ya, bahkan Informasi versi teman-teman Papua bagi kami sangat penting,” sambung Sapto.

Ia menambahkan,Dewan Pers ingin agar media di Papua tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.”Karena fungsi kontrol diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.

Ia menambahkan,dengan peningkatan kompetensi kemampuan dan kejujuran akan membantu AWP dalam mengambil keputusan dan menerima informasi yamg memang benar.

Editor | SONNY RUMAINUM