Mendagri Lantik Apolo Safanpo sebagai Sekda Papua Selatan

JAKARTA | PAPUA TIMES- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian melantik dua Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi di Daerah Otonom Baru Papua.

Kedua Sekda devinitif yang dilantik adalah Prof,Dr.Ir Apolo Safanpo,ST,MT sebagai Selda Provinsi Papua Selatan. Safanpo sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Kemudian, Dr. Ribka Haluk,S.Sos,M.Sos sebagai Sekda Provinsi Papua Tengah. Ia sebelumnya menjabat Penjabat Gubernur Papua Tengah.

Pelantikan dihadiri para pejabat eselon 1 di lingkup Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (10/11/2023).

“Pada pagi hari ini kita melaksanakan upacara yang terlihat sederhana tapi memiliki dampak yang besar di Papua, khususnya Papua Tengah dan Papua Selatan dan juga untuk Kemendagri. Karena kita tahu bahwa dengan adanya DOB 4 daerah otonomi baru di Papua, keinginan Bapak Presiden empat-empatnya dijabat oleh orang asli Papua,” kata Mendagri.

Sebelumnya, Ribka maupun Apolo menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri dan ditugaskan menjadi Penjabat (Pj.) Gubernur Provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan. Ribka maupun Apolo juga telah diusulkan untuk diperpanjang masa jabatannya sebagai Pj. Gubernur.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, proses seleksi Sekda Papua Tengah dan Papua Selatan tersebut sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo melalui proses Tim Penilai Akhir (TPA). Dirinya menyampaikan, Ribka Haluk dan Apolo Sapanfo memiliki banyak pengalaman dan prestasi.

“Kinerjanya baik, dan yang kedua landasan jabatan eselon I struktural juga tetap tidak berubah, ada, mau di Staf Ahli Menteri, mau Dirjen, mau jadi Deputi di kementerian lain atau di tingkat provinsi. Satu-satunya jabatan eselon I struktural (di provinsi) adalah Sekda, itu adalah pegawai ASN, civil servant yang tertinggi, birokrat tertinggi di provinsi itu adalah Sekda,” terangnya.

Mendagri berharap, amanah baru yang diemban tersebut lebih memantapkan keduanya untuk melaksanakan tugas dan membuat perubahan di daerah masing-masing. Terutama mempercepat pembangunan dan menyejahterakan rakyat Papua.

“Bapak dan Ibu sebagai penjabat gubernur yang memiliki sumber daya yang paling besar, memiliki kewenangan yang sangat besar, tolong manfaatkan betul untuk mengubah kesejahteraan rakyat Papua menjadi lebih baik, ubah betul. Ini adalah ladang ibadah untuk berbuat baik, pahala, bekal kita di akhirat,” harapnya.

Dia mewanti-wanti agar amanah yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kepentingan atau memperkaya pihak sendiri. Pasalnya, rakyat Papua sangat mengharapkan kebijakan-kebijakan yang betul-betul memihak kepada mereka.

“Setiap waktu kita juga akan selesai dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, mumpung diberikan kepercayaan dan kewenangan yang besar gunakan itu untuk berbuat baik untuk bekal kita selamat, bukan hanya hanya di dunia tapi juga di akhirat, tapi amanah yang kita disalahgunakan juga akan dipertanyakan nantinya,” ungkap Mendagri.

Pewarta | RUDIS