35 Kepala Kampung di Merauke Dilantik

MERAUKE | PAPUA TIMES- Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka melantik 35 kepala Kampung yang berada beberapa distrik di Kabupaten Merauke, Selasa (31/10/2023) di Auditorium Kantor Bupati Merauke.

Puluhan kepala kampung tersebut tersebar di beberapa distrik dan akan menjabat per tanggal dilantik tahun 2023 sampai 2029. Kepala distrik diminta untuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi saat pemilihan kepala kampung.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Kalau boleh kepala distriknya care (peduli), tidak boleh ribut. Karena ada beberapa kepala kampung yang saya tangguhkan masih ada masalah,” ucap Romanus dalam arahannya.

Ia menegaskan kepada kepala kampung terpilih utuk banyak belajar terutama menguasai teknologi mengingat seluruh laporan keuangan menggunakan digital, mengunakan sistem. Masa kepemimpinan yang cukup panjang sampai enam tahun, diingatkan lebih hati-hati terhadap seluruh tanggungjawab sebagai kepala kampung.

Sejauh pantauan selaku pimpinan daerah, agar lebih bijak melakukan roling staf sebab orang yang sudah biasa kerja digantikan dengan orang baru yang tidak memahami apa yang sudah dikerjakan sebelumnya, maka yang terjadi adalah kehancuran.

Bupati menyebut Silva dana kampung Kabupaten Merauke tahun 2022 sebesar 77 miliar. Dia mengatakan uang tidak bisa dipakai dengan maksimal sehingga diharapkan kepala kampung mengerti tugasnya dan melakukan perencanaan dengan baik.

“Tugas baik, ini taruhan martabat, supaya orang tidak tanya dikasi uang banyak ditaruh di mana. Harusnya kita sudah maju sebagai anak negeri. Para kepala kampung buat perencanaan baik supaya semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Romanus.

Romanus instruksikan target kepada kepala kampung untuk memfasilitasi seluruh warga wajib KTP sehingga warga kampung dimudahkan untuk mengakses segala yang dibutuhkan.

Kemudian warga yang belum menikah dan sudah hidup bersama wajib diperhatikan untuk dilakukan nikah masal sehingga perlu kerjasama dengan tokoh agama agar semua warga segera dilakukan nikah resmi secara agama, sebab itu adalah bagian dari pelayanan yang harus diperhatikan kepala kampung.

“Berikut, pasang target bahwa setiap rumah dibuat program anaknya harus tamat SD atau SMP, bahkan 1 rumah harus sarjana dengan menggunakan dana Otsus. Nanti saya minta data untuk ini,” tandas Mbaraka.

Pewarta | RUDIS