Stasiun KIPM Merauke Gelar PPP

MERAUKE | PAPUA TIMES- Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merauke selama sepekan, 7-16 Agustus menggelar Pekan Pelayanan Publik (PPP).

Kegiatan ini dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai upaya wujud dari reformasi birokrasi.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Kepala SKIPM Merauke, Slamet And Riyanto mengatakan tahun ini, PPP bertemakan ‘Inovasi dan Transformasi Digital untuk Keterpaduan Pelayanan Publik’.

Dari tema ini tentu dibarengi dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh Stasiun KIPM Merauke dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kabupaten Merauke merupakan kabupaten yang kaya akan sumberdaya ikan, baik berasal dari perairan laut maupun perairan umum. Ikan-ikan banyak yang dikirim ke luar dari Merauke seperti ke Surabaya, Jakarta, dan Bali.

“Untuk memfasilitasi kemudahan akses berusaha ini kami telah melakukan digitalisasi sertifikasi kesehatan produk perikanan yang akan dikirim. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui Aplikasi PPK Online yang kami sematkan di laman Jardini Oke (http://merauke.bkipm.id),” ujar Slamet, Rabu (16/8/2023)

Jardini Oke merupakan laman website yang dibuka untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan digital seperti Permohonan Pemeriksaan Karantina Ikan dan Mutu, HACCP Online, CKIB Online, Data Lalulintas Produk Perikanan Kabupaten Merauke, dan lain-lain.

SKIPM juga menyelenggarakan sosialisasi Cara Karantina Ikan Yang Baik (CKIB) kepada para pelaku usaha perikanan yang biasa melakukan pengiriman komoditas perikanan dari Merauke.

Melalui program CKIB ini, kata Slamet, memangkas waktu layanan menjadi lebih singkat. Pengajuan PPK Online dapat dilakukan 2 jam sebelum keberangkatan dan dapat diterbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Perikanan (SKIPP).

Berbeda halnya dengan pelaku usaha yang tidak menerapkan program CKIB, pemeriksaan memerlukan 4-5 hari, karena SKIPM harus melakukan pemeriksaan penyakit ikan setiap pelaku usaha melakukan pengiriman.

Sedangkan untuk pelaku usaha yang menerapkan CKIB pemeriksaan penyakit ikan, dijadwalkan secara periodik dan tersistematis. “Dalam melaksanakan pelayanan publik,”pungkasnya.

Editor | RUDIS