Kapolri Salurkan 264,7 Ton Beras ke Puncak

JAKARTA | PAPUA TIMES- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalurkan 264,7 ton beras hingga 1.500 paket sembako untuk diberikan kepada masyarakat Papua Tengah yang terdampak bencana kekeringan serta kelaparan.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan, bantuan itu sudah dikirimkan ke wilayah Papua Tengah yang selanjutnya akan langsung diserahkan ke masyarakat yang membutuhkan.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Jumlah bantuan sosial saat ini sebanyak 264,7 ton beras,” ungkap Kadiv Humas dalam press releasenya.

Sandi menyebut, Kapolri juga mengirimkan 1.500 paket sembako, berisikan, beras 5 Kg, mie instan, susu kental manis, ikan sarden, dan kecap manis.
jaket dewasa sebanyak 1.000 pieces dan jaket anak 150 buah.

Menurut Sandi, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan tersebut, Polri bersinergi dengan seluruh pihak terkait. “Polri bekerja sama dengan TNI, BNPB dan Pemda Kabupaten Puncak untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan tersebut,” ujar Sandi.

Sandi menjelaskan, bantuan itu dibawa dengan menggunakan pesawat terbang dari Timika menuju lokasi bencana di Agandume sekitar 40 menit dan ke Sinak sekira 1 jam.

“Bantuan yang sampai di Agandume kemudian di distribusikan menuju jalur darat atau jalan kaki ke Lambewi dan Oneri dengan estimasi selama setengah hari,” tutup Kadiv Humas

Musim kekeringan dan kelaparan yang melanda Papua Tengah, mengakibatkan berdampak pada nasib 7.500 jiwa di tiga distrik di Kabupaten Puncak. Sebanyak enam orang, termasuk balita dinyatakan meninggal dunia akibat kekurangan sumber pangan.

Kepolisian pun melaporkan, bahwa koordinasi lintas sektoral melakukan tiga langkah sebagai tanggap darurat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes. Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bahwa tim lintas sektoral akan melakukan penyelidikan terkait enam warga yang meninggal dunia.

Kata Ignatius, penanganan darurat meliputi penyelidikan epidemiologi terhadap korban meninggal dunia. Kemudian Polri bersama dengan TNI memastikan pendistribusian bantuan logistik, baik berupa makanan baik dan bergizi, maupun obat-obatan. Serta kerja sama lintas sektoral ga melakukan penyuluhan kesehatan berkala.

Warga dari tiga distrik yang mengalami keparahan bencana kekeringan dan kelaparan berasal dari Agandugume, Lambewi, dan Oneri. Konsentrasi bantuan, saat ini berada di Distrik Sinak yang menjadi lokasi induk pengungsian, dan posko utama penyebaran bantuan kemanusian.

Editor | TIM