Dinkes Merauke Antisipasi Monkeypox

MERAUKE | PAPUA TIMES- Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke rutin melakukan surveilans untuk pengamatan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), atau wabah di masyarakat.

Salah satu yang diantisipasi adalah penyakit Cacar Monyet yang kini dikabarkan sudah ada di negara Papua New Guinea (PNG) dan bahkan sudah terjangkit ke warga Boven Digoel.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Setiap hari kita melakukan surveilans, dan hasilnya, belum ditemukan ada masyarakat Merauke yang terkena wabah Cacar Monyet. Intinya, masyarakat harus jaga kebersihan, jaga kesehatan dengan berperilaku hidup sehat,”ajak Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr. Nevile Muskita, Kamis, 10 Agustus 2023.

dr. Muskita menjelaskan penyakit Cacar Monyet disebabkan oleh infeksi virus, yang umumnya ditandai dengan munculnya bintil bernanah pada kulit.
“Sebab cacar monyet ini menular melalui sentuhan. Penyakit ini salah satu masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi virus, umumnya ditandai dengan munculnya bintil bernanah pada kulit,”terangnya.

Warga diimbau segera mendatangi petugas kesehatan terdekat jika mengalami sakit atau merasakan gejala yang sama. Sehingga segera dilakukan tindakan penanganan sebelum keadaan menjadi lebih parah.

“Kalau ada rasa gejala yang aneh segera periksa supaya bisa tahu penyakit apa, sehingga kalau ada penyakit baru segera diatasi,” tandas dr. Nevile.

Ia menyarankan agar masyarakat tetap jaga jarak atau tidak bersentuhan sama orang baru yang datang dari luar untuk menghindari penularan penyakit baru.

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, hal tersebut yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox.

Kasus cacar monyet pertama yang menginfeksi manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itu, kasus cacar monyet dilaporkan telah menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat lainnya.

Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

Pada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

Editor | RUDIS