oleh

Masyarakat Indonesia Siap Beralih ke TV Digital

JAKARTA | PAPUA TIMES- Survey yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia siap untuk beralih dari TV analog ke TV digital.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong, S.Sos, M.Si disela-sela Diseminasi Informasi Publik: Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremoni Penyerahan Set Top Box (STB) Kementerian Komifo Bersama Komisi I Dewan perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang digelar secara luring dan daring dari Kota Jambi, Provinsi Jambi pada Senin (27/6/2022).

Usman menyatakan sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah siap untuk beralih ke teknologi televisi (TV) digital. Hasil survey internal Kementerian Kominfo bahwa lebih dari 60 persen masyarakat siap untuk beralih dari TV analog ke TV digital

“Mungkin sekarang kalau kita (Kementerian Kominfo) melakukan survei lagi, angkanya sudah meningkat. Perkiraan kami antara 70 sampai 80 persen. Artinya masyarakat sudah siap beralih ke teknologi televisi digital,” ujarnya.

Dirjen Usman menjelaskan untuk menjunjang keberhasilan penghentian siaran TV analog atau analog switch off (ASO), pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak telah menyiapkan dukungan yang meliputi empat hal.

Pertama dukungan infrastruktur berupa penyediaan multiplexing di siaran digital, yang mampu menampung setiap siaran televisi yang bermigrasi ke digital dan menjangkau minimal 70 persen populasi dengan siaran TV digital.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Tanggapi Masalah Gubernur Enembe, Ini Pernyataannya

Kedua, dukungan migrasi siaran TV analog ke digital, dimana Lembaga Penyiaran Publik (LPP) maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) harus mengalihkan program siarannya ke multiplexing siaran digital.

“Jangan sampai ketika masyarakat siap bermigrasi, program siaran belum ada. Itu sudah dipastikan disiapkan oleh Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan Lembaga Penyiaran Swasta,” katanya.

Ketiga, dukungan penyediaan perangkat set top box atau STB agar mudah diperoleh di berbagai daerah dengan harga terjangkau, yang sekarang berkisar antara Rp150.000 – Rp200.000.

Sedangkan masyarakat yang termasuk dalam kategori rumah tangga miskin sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, akan diberikan secara gratis atau Cuma-Cuma.

“Jadi untuk masyarakat yang tidak masuk dalam kategori miskin. kami berharap secara sukarela membeli set top box secara mandiri yang harganya Rp150.000 sampai Rp200.000 bahkan untuk masyarakat kelas menengah ke atas bisa membeli Smart TV atau TV digital dari yang murah sampai paling mahal,” tuturnya.

Keempat adalah dukungan sosialisasi dan edukasi, agar masyarakat memahami manfaat TV digital kemudian secara sukarela bermigrasi ke sana.

Dalam konteks sosialisasi itu, Kementerian Kominfo menyelenggarakan acara webinar ASO secara rutin di berbagai daerah bekerjasama dengan komisi I DPR sebagai mitra melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

BACA JUGA  Perguruan Tinggi Diminta Bentuk Lembaga Penyiaran

“Yang kami edukasi antara lain misalnya peralihan kita sudah terlambat. Kita di ASEAN saja terlambat apalagi di level dunia. Negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk menyelesaikan migrasi dari siaran TV analog ke siaran TV digital pada 2020 lalu,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara itu bersama Dirjen IKP Kominfo Usman Kansong, di antaranya Anggota Komisi I DPR RI Hasbi Anshory, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan sejumlah walikota, bupati dan pejabat di lingkungan Provinsi Jambi.

Editor | HANS BISAY | RLS

Komentar