Lanjutan Pembangunan Bandara Nabire Menunggu Dana APBN 2022

NABIRE | PAPUA TIMES- Kelanjutan pembangunan Bandar Udara (Bandara) baur di Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua menunggu alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) Pemerintah Pusat tahun 2022.

Kepala Kantor Unit Pelaksana Bandara Nabire, Muhamad Nafik mengatakan alokasi anggaran untuk melanjutkan pembangunan Bandara Nabire baru masih menunggu tim anggaran kementerian lembaga terkait.”Informasinya ada pengurangan atau apalah, maka sampai dengan hari ini kamu belum tahu alokasinya,”ungkap Nafik di Nabire.

Menurutnya, pembahasan anggaran dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah dilakukan. “Kita juga sudah ke direktorat jenderal membahas berapa kebutuhan anggaran yang dibutuhkan dan diperlukan untuk penyelesaian Bandara Nabire Baru,”kata Nafik.

Menyinggung pemeriksaan dan pengawasan terhadap proyek pembangunan bandara tersebut, Muhamad Nafik menjelaskan bahwa sejak awal pengerjaan proyek Bandara Nabire baru, pemeriksaan dilakukan secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pemeriksaan dan monitoring dilakukan setiap triwulan.

Pada Februari 2022, BPK melakukan pemeriksaan dan audit. Kemudian dalam waktu dekat BPKP akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui progres akhir yang sudah bisa dicapai dilapangan.

“Untuk audit BPK Februari 2022, kami menunggu hasilnya sedangkan dua hari lalu saya diberitahu bahwa tim BPKP akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui progres akhir yang sudah bisa dicapai dilapangan. Intinya, mereka mengawal kami sepanjang dua tahun terakhir dengan melakukan pemeriksaan setiap tri wulan tahun berjalan,”jelas mantan Kepala Bandara Sentani Jayapura itu.

BACA JUGA  Hasil Pembangunan Era Lukas-Klemen Dirilis ke Publik

Pengerjaan Bandara Nabire baru secara multiyears. Kontraknya mulai tahun 2019 hingga 2021. Pada tahun 2019 ada penyempurnaan desain dan value engineering yang mengevaluasi fungsi-fungsi bangunan yang esensial sehingga pelaksanaan pembangunan baru dikerjakan tahun 2020 yang dimulai dengan proses lelang dan pengadaan pada awal tahun 2020. Kemudian barulah pada Agustus 2020 kontrak untuk pekerjaan sisi udara dan bulan September 2020 untuk kontrak pekerjaan sisi darat dilaksanakan.

“Pembangunan Bandara Nabire baru itu dicanangkan pertama kali pada kunjungan bapak presiden Joko Widodo tahun 2017. Pada tahun 2018 hingga 2019 dimulai penyusunan perencanaannya. Dan kemudian mulai tahun 2020 dimaulai pengerjaannya.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengatakan ada 16 lokasi kegiatan strategis pada tahun 2022 yang dibiayai lewat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Total nilai pembiayaannya mencapai Rp 2 triliun.

“Dapat kami sampaikan program atau kegiatan strategis melalui dana SBSN untuk kegiatan senilai Rp 2 triliun pada 16 lokasi,” kata Novie Riyanto dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (14/2/2022) seperti dikutip ANTARA.

Novie menjelaskan kegiatan strategis di 16 lokasi tersebut antara lain pembangunan bandara di Pohuwato, Rendani, H Hasan Aroeboesman, Umbu Mehang Kunda, Kepi, Long Apung, Wamena, Mathilda Batiayeri, APT Pranoto, Mandailing Natal, Bolaang Mongondow, Nabire Baru, Siboru Fak-fak, Mentawai Baru, Kuabang Kao, dan Dewadaru-Karimunjawa.

BACA JUGA  Hasil Pembangunan Era Lukas-Klemen Dirilis ke Publik

Ia mengatakan kegiatan yang masuk dalam rencana kerja tahun 2022 tersebut dilakukan untuk mendukung konektivitas udara di Tanah Air. Ditjen Perhubungan Udara pada tahun 2022 juga mengalokasikan Rp142 miliar yang berasal dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk membantu rekonstruksi dan rehabilitasi bandara di Palu, Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, pengembangan jembatan udara dan keperintisan sebesar Rp550 miliar di sejumlah rute, lanjutan 33 paket kontrak tahun jamak (multi years contract) senilai Rp917 miliar di 30 bandara, dan peningkatan keselamatan penerbangan yang sesuai regulasi International Civil Aviation Organization (ICAO) senilai Rp263 miliar.

“Adapun total pagu kegiatan prioritas nasional tahun anggaran 2022 sebesar Rp3,5 triliun,” ujarnya.

Editor | HANS BISAY

Komentar