oleh

BPS: Ekspor Papua Menurun

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua merilis ekspor Papua pada bulan Oktober 2021 Mencapai US$424,26 Juta, turun 24,68 persen dibandingkan September 2021 senilai US$563,28 Juta.
Sedangkan impor Oktober 2021 senilai US$26,15 juta, naik 10,34 persen dibandingkan September 2021 senilai US$23,70 Juta

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H Robaha,SE,M.M menjelaskan dilihat dari jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai US$424,26 juta. Ekspor Bijih logam, terak, dan abu (HS26) Papua pada Oktober 2021 senilai US$394,39 juta. Ekspor Kayu & Barang dari Kayu (HS44) senilai US$29,87 juta. Tidak terdapat ekspor golongan Ikan & Hewan Air Lainnya (HS03) dan ekspor nonmigas lainnya.

Ekspor ke enam negara utama pada Oktober 2021 tercatat senilai US$229,24 juta atau menurun 37,99 persen dibanding nilainya pada September 2021 yang sebesar US$369,70 juta. Ekspor ke negara lainnya pada Oktober 2021 senilai US$195,01 juta.

“Ekspor bulan ini terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai US$394,39 juta atau dengan kata lain 92,96 persen dari total ekspor Papua. Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Oktober 2021 adalah senilai US$3.516,53 juta atau meningkat 211,05 persen dibandingkan total ekspor Januari-Oktober 2020 yang senilai US$1.130,55 juta,”jelas ia.

Dikemukakannya,. ekspor golongan Bijih Logam, terak dan abu (HS26) berasal dari PT. Freeport Indonesia dan dimuat di pelabuhan Amamapare di Kabupaten Mimika. Ekspor golongan Kayu & Barang dari Kayu (HS44) senilai US$29,87 juta. Tidak terdapat ekspor golongan Ikan & Hewan Air Lainnya (HS03) dan Non Migas Lainnya pada bulan ini yang dikirimkan langsung dari pelabuhan di Papua.

Nilai kumulatif ekspor golongan Bijih logam, terak, dan abu (HS26) pada periode Januari- Oktober 2021 sebesar US$3.403,62 juta. Nilai ini meningkat 221,89 persen apabila dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2020 yang sebesar US$1.057,38 juta.

“Sedangkan Golongan Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) memiliki nilai kumulatif Januari-Oktober 2021 sebesar US$96,08 juta. Nilai ini meningkat sebesar 75,60 persen apabila dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2020 yang sebesar US$54,72 juta,”katanya.

Sementara itu, Golongan Ikan, krustasea, dan moluska (HS03) tidak terdapat ekspor pada Januari-Oktober 2021. Golongan Non Migas Lainnya mengalami penurunan dari US$18,43 juta pada Januari-Oktober 2020 menjadi US$16,84 juta pada Januari-Oktober 2021.

Dia menambahkan ekspor ke enam negara utama pada Oktober 2021 tercatat senilai US$229,24 juta atau menurun sebesar 37,99 persen dibanding September 2021 yang senilai US$369,70 juta.

Ekspor ke negara lainnya pada Oktober 2021 yang senilai US$195,01 juta. Negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor adalah Taiwan dengan nilai ekspor senilai US$86,80 juta, dimana komoditi yang diekspor berupa golongan Bijih logam, terak, dan abu (HS26).

Sementara itu, tidak terdapat ekspor ke negara tetangga Papua Nugini pada Oktober 2021. Secara kumulatif, ekspor Papua ke enam negara utama pada periode Januari-Oktober 2021 mengalami peningkatan bila dibandingkan ekspor ke enam negara utama pada Januari- Oktober 2020. Ekspor Papua ke negara lainnya juga mengalami peningkatan dari US$219,72 juta pada Januari-Oktober 2020 menjadi US$993,93 juta pada Januari-Oktober 2021. Ekspor ke enam negara utama memberikan andil 71,74 persen terhadap total ekspor Papua pada Januari-Oktober 2021.

Editor | HANS BISAY

Komentar

News Feed