oleh

Sekretariat Universitas Internasional Papua Diresmikan

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Gedung kantor Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) dan Sekretariat Pendirian Universitas Internasional Papua (UIP), Kamis (8/7/2021) diresmikan. Prosesi peresmian dilalui dengan Ibada h syukur yang dipimpin Pdt. Jimmy Koirewoa dihadiri pengurus yayasan, staf, guru dan siswa dari empat unit lembaga dibawah naungan MEP.

Empat unit lembaga dibawah MEP antara lain Papua Language Institute (PLI), Papua Research Centre (PRC), Papua International Learning Centre (PILC) yang berbasis di Vanimo – Papua New Guinea, serta Universitas Internasional Papua (UIP) yang saat ini telah dalam tahap menunggu pengesahan oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Founder dan CEO Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni mengatakan pendirian MEP berkat anugerah Tuhan dan kerjasama seluruh tim yang tergabung dalam Yayasan MEP dan lembaga-lembaga di bawah MEP.

Kata Samuel, Papua tidak bisa dibangun hanya dengan Ilmu semata, melainkan juga dengan Injil. Keduanya harus seimbang antara injil (iman) dan ilmu. Selain itu yang perlu diingat adalah bahwa yang bisa membangun tanah Papua ini adalah orang Papua itu sendiri.

BACA JUGA  PON XX: Nasionalisme dan Kebersamaan Indonesia

“Untuk membangun Papua, dibutuhkan kesatuan semua suku, baik yang di pegunungan, pesisir, maupun di dataran rendah. tanpa persatuan semua suku yang hidup di atas tanah ini, tanpa Kerjasama semua elemen masyarakat Papua dari berbagi latar belakang suku dan golongan maka pembangunan Papua akan begitu-begitu saja. Tuhan tidak akan memberkati setiap usaha kita dalam membangun Papua apabila, kita tidak bersatu berkolaborasi membangun tanah yang kita cintai ini,”paparnya.

Samuel optimisuniversitas yang sedang dirintis ini dapat menolong anak-anak Papua untuk mendapatkan pendidikan yang baik. “Anak-anak Papua dapat belajar dengan kualitas pendidikan berskala internasional tanpa harus ke luar negeri. Kami akan mendatangkan pengajar-pengajar terbaik, baik yang merupakan anak-anak asli Papua, maupun para pengajar yang memang berasal dari luar negeri dengan latar belakang ilmu yang sesuai dengan kebutuhan kita di sini,”ujarnya.

“Kami juga tidak hanya ingin anak-anak Papua menjadi hebat dalam bidang sains saja, melainkan juga memiliki karakter yang baik, serta mengenal betul akan identitas diri dan akar budayanya, itu sebabnya kami mnyediakan program studi antropologi” tambah Samuel.

BACA JUGA  Menko Polhukam: Sukseskan PON XX

Sementara itu, Korinus Waimbo selaku Managing Director menjelaskan untuk tahap awal, UIP bakal menyediakan dua fakultas yakni Fakultas Science & Technology dengan program studi yang meliputi Industrial Engineering, Energy Sistem Engineering, Physics Engineering, dan Aviation Engineering.

Kedua, adalah fakultas Teachers Training & Education yang program studinya meliputi Englisih Education, Anthropology Education. Tim pendirian UIP terdiri dari Dr, Izak Morin, Dr Yanne Ansanay, Korinus Waimbo, dan Ivona Dorobia.

Editor | HANS BISAY

Komentar

News Feed