Yermias Bisai- Lamek Maniagasi resmi Dilantik

JAYAPURA | PAPUA TIMES– Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Waropen periode 2021-2026, Yermias Bisai,SH dan Lamek Maniagasi,SE, Senin, 15 Maret 2021, resmi dilantik Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal,SE,MM di Gedung Negara Dok V Atas, Jayapura.

Bersamaan dengan itu, turut dilantik Wentius Nimiangge sebagai Bupati Nduga untuk sisa masa jabatan 2017-2022 serta Chaerul Anwar sebagai Bupati Boven Digoel untuk sisa masa jabatan 2016-2021.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Wagub Klemen Tinal (KT) dalam arahannya meminta para kepala daerah yang baru dilantik untuk memberdayakan masyarakat di wilayahnya menjadi pelaku-pelaku ekonomi.

Diantaranya dengan menyiapkan hasil kerajinan tangan untuk dijadikan oleh-oleh PON XX 2021 mendatang.“Dengan begitu, agar masyarakat asli Papua bisa merasakan dampak ekonomi dari event nasional tersebut,” terang ia.

Dikatakan, jabatan bupati merupakan pemimpin tertinggi di daerah yang memiliki rakyat dan wilayah. Karenanya, menjadi hal yang wajib hukumnya untuk memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Wagub kemukakan bahwa diera kepemimpinan bersama Gubernur Lukas Enembe, pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) 80 persen dialokasikan ke pemerintah kabupaten dan kota. Dan untuk itu, para kepala daerah yang baru saja dilantik agar menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya, guna menunjang proses pembangunan masyarakat, lebih khusus pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP).

Sebelumnya, empat pasangan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020, dilantik Gubernur Lukas Enembe di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura, Rabu (3/3/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Empat pasangan kepala daerah yang dilantik masing-masing, Bupati dan Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager – Wafhir Kosasi, Bupati dan Wakil Bupati Merauke Romanus Mbaraka – H. Riduwan.

Selanjutnya, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Asmat Elisa Kambu – Thomas Eppe Safanpo, dan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana – Piter Kalakmabin.

Editor: EDWIN RIQUEN

Komentar