Ketua KPU Papua dan Anggota KPU Boven Digoel Dipecat

JAKARTA | PAPUA TIMES- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada tujuh penyelenggara pemilu karena terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) dalam Perkara Nomor 140-PKE-DKPP/XI/2020 dan Perkara Nomor 162-PKE-DKPP/XI/2020.

Tujuh penyelenggara pemilu yang diberhentikan DKPP adalah Liberatus Pogolamun, Hatta Nongkeng, dan Veronica Lande (Anggota KPU Kabupaten Boven Digoel). Serta Teradu Theodorus Kossay, Zufri Abubakar, Fransiskus Antonius Letsoin, dan Melkianus Kambu (Ketua dan Anggota KPU Provinsi Papua).

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Sanksi tersebut dibacakan Ketua Majelis DKPP, Prof. Muhammad dalam Sidang Pembacaan Putusan sebanyak 5 Perkara yang dilaksanakan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, pada Rabu (3/3/2021).

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu Liberatus Pogolamun, Hatta Nongkeng, dan Veronica Lande masing-masing sebagai Anggota KPU Kabupaten Boven Digoel sejak Putusan ini dibacakan,” ungkap Prof. Muhammad.

Dalam pertimbangan putusannya, Majelis DKPP menilai sikap dan tindakan Teradu I, II dan III (Perkara Nomor 140-PKE-DKPP/XI/2020 dan Perkara Nomor 162-PKE-DKPP/XI/2020) yang menetapkan bakal calon Yusak Yaluwo memenuhi syarat (MS), meski tidak terpenuhi syarat jeda lima tahun tidak dapat dibenarkan menurut hukum dan etika.

Para Teradu terbukti mengabaikan pertintah KPU terkait pemenuhan syarat jeda lima tahun bagi bakal calon yang berstatus mantan terpidana. Teradu I sampai III, tidak melaksanakan ketentuan Pasal 1 angka 21, Pasal 4 ayat (1), ayat (2a), ayat (2b) dan ayat (2d) Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 dan Keputusan KPU Nomor 394/PL.02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2020.

Seharusnya Teradu I sampai III tunduk dan patuh kepada peraturan perundang-undangan serta melaksakan tugas yang diberikan oleh KPU sebagaimana Surat Nomor 735/PL.02.2-SD/06/KPU/IX/2020 tanggal 5 September 2020.

DKPP menilai seharusnya Teradu I sampai III menetapkan Yusak Yaluwo belum memenuhi syarat jeda lima tahun karena bebas murni tanggal 26 Mei 2017 berdasarkan Surat Keterangan Lapas Sukamiskin Nomor W11.PAS.PAS.1-PK.01.01.01-6229 tanggal 11 September 2020.

“Teradu I sampai dengan III terbukti melanggar Pasal 7, Pasal 8 huruf a, Pasal 10 huruf a, Pasal 11 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu,” ungkap Anggota Majelis, Didik Supriyanto, S.IP., MIP.

Untuk Theodorus Kossay, Zufri Abubakar, Fransiskus Antonius Letsoin, dan Melkianus Kambu (Perkara Nomor 162-PKE-DKPP/XI/2020), DKPP menilai tindakan para Teradu menyatakan Yusak Yaluwo telah Memenuhi Syarat (MS) sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 tidak dapat dibenarkan menurut etika dan hukum.

Tindakan para Teradu bertentangan dengan hasil klarifikasi yang telah dilakukan KPU Provinsi Papua pada tanggal 22 Oktober 2020 dan menyatakan Yusak Yaluwo belum memenuhi syarat jeda lima tahun sehingga TMS sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

Selain itu, tindakan Teradu IV, V, VI dan IX mengakibatkan persoalan pemenuhan syarat calon Bupati Yusak Yaluwo berlarut-larut sehingga masyarakat Kabupaten Boven Digoel tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel sesuai jadwal, 9 Desember 2020.

Teradu terbukti melanggar Pasal 7, Pasal 8 huruf a, Pasal 10 huruf a, Pasal 11 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu Theodorus Kossay, Zufri Abubakar, Fransiskus Antonius Letsoin, Teradu Melkianus Kambu masing-masing sebagai Ketua dan Anggota KPU Provinsi Papua sejak Putusan ini dibacakan,” tegas Prof. Muhammad.

Dalam dua perkara yang sama, DKPP merehabilitasi nama baik Teradu lainnya karena tidak terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Mereka adalah Yohana Maria Ivone (Anggota KPU Kab. Boven Digoel), Sandra Mambrasar, Diana Simbiak, dan Adam Arisoy (Anggota KPU Prov. Papua).

Selain itu, DKPP juga merehabilitasi nama baik Arief Budiman, Ilham Saputra, dan Hasyim Asy’ari yang merupakan Plt Ketua dan Anggota KPU RI selaku Teradu XI sampai XIII dalam perkara 162-PKE-DKPP/XI/2020.

Editor | HASAN HUSEN