Proyek Palapa Ring untuk Konekvitas Papua

JAKARTA | PAPUA TIMES- Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Latif menjelaskan pembangunan mega infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring sudah dimulai sejak tahun 2015 dan selesai pada tahun 2019.

Proyek ini berupaya menyediakan akses telekomunikasi yang merata dan setara ke seluruh Indonesia hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Total sepanjang 12.148 kilometer kabel fiber-optic telah terpasang dan menghubungkan sebanyak 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

“Dalam merealisasikan program ini, kami senantiasa memupuk keyakinan dan dedikasi demi tercapainya Indonesia yang terhubung. Namun pada hari ini, rasa kecewa yang mendalam a dalam Konferensi Pers Virtual Gangguan Pembakaran Jaringan Palapa Ring Timur di Papua dari Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (11/01/2020).

Menurut Dirut Anang, Palapa Ring merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk memberikan pemerataan layanan konektivitas di Indonesia.

“Adanya kejadian pembakaran tower di Kabupaen Puncak, Papua, tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa apabila infrastruktur tidak dijaga akan membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat,” tegasnya.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Dirut BAKTI Kominfo akan mempererat sinergi dengan aparat keamanan di antaranya TNI dan POLRI, serta pemerintah daerah setempat.

“Pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat perlu dijamin keamanannya. Apalagi percepatan transformasi digital saat ini sedang menjadi fokus pemerintah, yang salah satunya mencakup pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua,” tuturnya.

Dia menyatakan, program pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas Kementerian Kominfo hingga tahun 2024.

“Kami berharap, demi kepentingan bersama, seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga apa yang sudah kita bangun. Dengan terbangunnya infrastruktur digital yang mumpuni dan merata, kita semua dapat menutup digital gap sehingga muncul talenta-talenta digital baru di Indonesia dari tanah Papua,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika, Eddy Siahaan menyatakan dengan adanya kejadian itu, secara teknis, kawasan di sekitar Kota Ilaga hanya didukung satu sisi jaringan konektivitas.

“Tadinya Palapa Ring di sisi kiri dan kanan, selanjutnya tidak punya proteksi ketika ada gangguan, jadi berpotensi down (akses telekomunikasi),” ujarnya.

Menurut Eddy Siahaan, aktivasi backup layanan membutuhkan waktu dan ketersediaan bandwith yang memadai. “Kita butuh waktu untuk ketersediaan oleh provider VSAT dengan bandwidth yang mumpuni atau mencukupi untuk kota di Ilaga,” tuturnya.

Mengenai pembangunan kembali infrastruktur microwave Palapa Ring, tower B4 dan B5, Direktur Operasional Palapa Timur Telematika menyatakan perlunya kerja sama dengan berbagai pihak.

“Semoga kedepannya masyarakat Indonesia khususnya di Papua lebih mengerti akan pembangunan yang dibangun oleh Pemerintah untuk membantu masyarakat setempat,” harapnya.

Editor | HASAN HUSEN

Komentar