Bupati Usman : Perayaan HUT RI di Masa Covid Momentum Kebangkitan Tolikara

KARUBAGA (PTIMES) – Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-75 di Kabupaten Tolikara berjalan khidmat.

Hanya saja, perayaan kali ini digelar berbeda dari biasanya, karena masih dalam masa pandemi virus corona atau Covid-19.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Tak ada lomba-lomba, panjat pinang maupun karnaval. Bahkan malam perenungan Dharma Bakti serta resepsi kenegaraan pun ditiadakan, guna mencegah penyebaran Covid.

“Upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis, serta yang utama mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19”.

“Namun yang utama adalah melalui perayaan upacara kali ini, saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para pemuka agama dan tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar untuk kemajuan daerah,” terang Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo,SE,M.Si dalam rilis yang diterima redaksi, saat menjadi Irup pada upacara bendera memperingati HUT RI ke-75, di Lapangan Merah Putih Karubaga, Senin (17/8/2020).

Sementara upacara HUT RI di Tolikara, digelar di Lapangan Merah Putih Karubaga, dimulai pukul 9:00 WIT.
Peserta Upacara tercatat hanya puluhan utusan ASN dan pelajar serta Anggota TNI/POLRI. Tak ada masyarakat yang diundang.

Usman katakan, ekonomi negara-negara maju saat ini mengalami minus hingga 17%. Kemunduran banyak negara besar tersebut menjadi peluang dan momentum bagi Tolikara untuk mengejar ketertinggalan.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar”.

“Intinya Pada usia ke-75 tahun ini, kita harus melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Sebab krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser cara kerja. Dari cara-cara normal menjadi ekstra normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi cepat. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil,” tegasnya.

Sementara terkait penanganan korupsi, Usman pastikan pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya penegakkannya. Namun demikian, upaya pencegahan bakal lebih ditingkatkan melalui tata kelola pemerintahan yang sederhana, seperti transparansi dan efisiensi.

“Penegakan nilai-nilai demokrasi juga tidak bisa ditawar-tawar. Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum”.

“Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Dan tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan merajut kebersamaat membangun Kabupaten Tolikara yang maju, unggul dan mandiri,” tandasnya.

EDITOR : ERWIN

Komentar