BPS: SP2020 Pastikan Jumlah OAP

JAYAPURA (PTIMES)- Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 sensus dilakukan menggunakan metode input data secara online dan wawancara atau tatap muka langsung. SP2020 diharapkan dapat memvalidasi dan memastikan jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP).

Mahasiswa dan Mahasiswa Uncen Direkrut Sebagai Sahabat Sensus .

Hal itu dikemukakan Kepala BPS Papua, Drs. Simon Sapari,M.Sc disela-sela Rapat Koordinasi Kampus (Rakorpus) sekaligus Pengukuhan Sahabat Sensus Universitas Cenderawasih (Uncen) yang berlangsung, Senin (09/3/2020) di gedung rektorat Uncen, Waena, Jayapura, Papua.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Pendataan kembali dilakukan untuk kita dapat mengetahui jumlah penduduk yang ada di Tanah Papua. Secara khusus di Provinsi Papua supaya kita bisa mengetahui jumlah Orang Asli Papua yang ada,”ungkapnya.

Menurutnya, data maupun statistik penduduk OAP sangat penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan di Papua. Dengan data penduduk OAP yang valid, maka penyaluran bantuan dana pembangunan tepat sasaran.

“Dengan data OAP yang valid maka masyarakat kita bisa mengusulkan kepada pemerintah untuk membagikan langsung bantuan dana otonomi khusus kepada OAP. Makanya sensus penduduk sangat penting,”kata Simon Sapari.

Mengenai resiko pendataan di daerah-daerah terpencil, Sapary mengakui tantangan paling berat dihadapi petugas SP2020 yang bertugas di daerah pedalaman, pulau-pulau terpencil dan wilayah sungai danau yang belum dapat dijangkau dengan moda transportasi.

Selain itu, jaringan komunikasi dan telekomunikasi di sebagian besar daerah-daerah tersebut belum terpasang sehingga peran petugas SP2020 dan sahabat sensus diharapkan dapat menembus dan melakukan sensus disana.

“SP2020 menggunakan metode online dan wawancara langsung. Kita tahu bahwa kampung-kampung di Papua sebagian besar belum ada jaringan internet. Makanya peran petugas dan sahabat sensus sangat dibutuhkan untuk menembus daerah terisolir guna mendata OAP,”bilang Sapari menambahkan SP2020 online digelar 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020 sedangkan sensus wawancara langsung tanggal 1-31 Juli 2020.

Kepala BPS mengimbau seluruh masyarakat Papua dan OAP untuk mensukseskan SP2020 dengan melakukan sensus secara online dan menerima petugas sensus saat wawancara langsung. “Saya himbau semua masyarakat di Papua dan terlebih khusus Orang Papua Asli supaya mendukung sensus penduduk dengan memberikan data yang benar,”pintanya.

Editor: HANS BISAY