oleh

13 Ribu Unit Rumah OAP Dibangun

JAYAPURA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dalam kurun waktu lima tahun berhasil membangun 13 ribu unit rumah yang diperuntukan bagi Orang Asli Papua. Meski begitu, masih ada sebagian masyarakat Papua yang belum memiliki rumah layak huni. Untuk itu diperlukan kerjasama antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota membangun rumah layak huni bagi OAP.
Demikian dikemukakan Gubernur Papua, Lukas Enembe,S.IP,MH dalam sambutannya yang dibacakan Staff Ahli Gubernur, Drs Simeon Itlay disela-sela Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di BIdang Perumahan dan Pemukiman di Jayapura.
“Diperlukan pula perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, dalam meningkatkan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman,”kata Simoen.
Pemerintah Provinsi Papua secara bertahap mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah layak huni ini. Pada tahun 2014, Pemprov alokasikan dana sebesar Rp 60 miliar, tahun 2015 bertambah menjadi Rp 100 miliar dan 2016 sebesar Rp 160 miliar.
Lebih lanjut dikatakannya, permasalahan perumahan dan kawasan permukiman di indonesia, khususnya Provinsi Papua, terlihat semakin kompleks. Dengan demikian kebijakan yang akan disusun kedepan, perlu terus dikembangkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, telah ditetapkan bahwa urusan perumahan merupakan salah satu pelayanan dasar yang menjadi urusan wajib pemerintah daerah.“Untuk itu, pemerintah daerah sangat memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman.Mengingat urusan pemerumahan kini telah menjadi hal wajib pemerintah daerah. Sementara pemerintah pusat dipandang perlu melengkapi istrumen yang digunakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dalam menjalankan urusan wajib itu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Butuh Dana Rp23 M , Oktober Kawasan Olahraga Stadion Lukas Enembe Dibuka untuk Umum

Penulis: SONNY RUMAINUM
Editor: LEPIANUS KOGOYA

Komentar