BERITA UTAMAPROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

Rakerkesda Papua Pegunungan 2026 Ditutup,

55
×

Rakerkesda Papua Pegunungan 2026 Ditutup,

Sebarkan artikel ini

Plt Kadinkes Titus Kogoya Minta Rekomendasi Rakerkesda Ditindaklanjuti

WAMENA | Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026 resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, Selasa (03/11/2026) di Wamena.

Dalam sambutannya, Titus menegaskan agar seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi Rakerkesda tidak berhenti menjadi dokumen rapat.

Ia meminta agar hasil tersebut segera ditindaklanjuti dalam program kerja nyata, baik di tingkat provinsi maupun di delapan kabupaten se-Papua Pegunungan.

“Melalui Rakerkesda ini, kita telah berdiskusi, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kesehatan di Provinsi Papua Pegunungan,”ujar Titus.

Menurut Titus Kogoya, pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, sulitnya akses pelayanan, minimnya sarana dan prasarana, hingga belum meratanya jangkauan layanan, terutama di wilayah terpencil. Oleh Karena itu, pentingnya komitmen, kerja sama, dan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.

sejalan dengan tema Rakerkesda 2026, yakni Percepatan Transformasi Kesehatan Menuju Papua Pegunungan Sehat, Mandiri dan Berdaya Saing Tahun 2026, Kogoya mengajak jajaran kesehatan di delapan kabupaten untuk menyatukan langkah guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mudah dijangkau masyarakat.

Pada kesempatan itu, Titus menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Provinsi Papua Pegunungan, para kepala dinas kesehatan kabupaten atau yang mewakili, jajaran pejabat eselon III dan IV, panitia, serta seluruh peserta Rakerkesda.

“Semoga seluruh hasil pertemuan ini menjadi dasar kerja nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Papua Pegunungan,” tutupnya.
Dengan ditutupnya Rakerkesda 2026, tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan seluruh rekomendasi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.

Editor | TIM REDAKSI | SMSI NETWORK

Comment